Ketika anak lahir ke dunia, pastinya kita ingin memberi yang terbaik buat anak.
Setiap orang tua pastinya ingin anaknya kelak bahagia di dunia dan akhirat kan ya...๐๐๐
Nah...
Bagaimana caranya biar anak bisa selamat tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat?
Bagaimana agar anak terpenuhi nutrisi ruhiyahnya sejak kecil, bukan hanya jasadiahnya saja?
Tentunya, orang tua yang baik akan sedini mungkin mengenalkan anak pada Allah, Rasulullah Shollallahu 'alaihi wasallam, serta iman dan islam.
Kenapa?
Karena tak akan mungkin bisa bahagia dunia akhirat jika anak tidak kenal siapa Rabb-nya.
Dan tak akan pernah anak mendapati idola yang sesunnguhnya, selain Rasulullah Shollallahu 'alaihi wasallam.
Apalagi tentang Aqidah, keimananan, dan agama yang kita peluk.
Jangan sampai anak kita buta agama karena lalainya kita sebagai orang tuanya. ๐ฅ
Sudahkah sejauh mana usaha kita untuk mendidik anak-anak kita agar mereka menjadi anak yang sholeh dan sholehah?
Tak malukah kita nanti, ketika di akhirat kelak?
Ingatlah, yang dimintai pertanggungjawaban akan anak di akhirat nanti adalah orang tuanya, bukan yang lain.
Sibuk tak punya waktu untuk megenalkan anak pada Al-Quran, berkisah pada anak, da memperbanyak dialog iman pada anak?
Dunia tak akan ada habisnya.
Bukankah semua yang kita lakukan demi anak?
Lalu, kenapa kita biarkan gadge dan TV menjadi teman setia anak?
Benarkah itu cinta yang sesungguhnya?
-Merna Noviarni-
---------------------------------------
Menulis adalah caraku menasehati diri sendiri.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bukan Untuk Bermain, Aku Diciptakan
Jelas sekali, ada hasil yang luar biasa dari ketidakbermainan Yahya di usia kecilnya untuk mendapatkan sejak awal: pemahaman, ilmu, kesunggu...
-
//Musuh Terbesar Orangtua dalam Mendidik Anak// Oleh : Nay Beiskara _Musuh terbesar dalam mendidik anak-anak, bukanlah internet, televis...
-
.. ๐Itu udah bener mba. Mgkin jadwal anak2 kami ketika usia 0-7 thn bisa jadi masukan: 04.30 Bangun dan mandi.Anak2 sudah wangi siap d...
-
Fatwa Syaikh Ibrahim bin Amir Ar Ruhaili hafizahullah (Guru pasca sarjana jurusan Akidah di Universitas Islam Madinah dan pengajar teta...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar