Pernahkah kita ngambek berat sampai mendiamkan suami karena ketika kita ingatkan suami tidak mau "nurut"?
(Cung Hand)
Pernahkah kita memaksakan kehendak kita karena kita yakin, kita benar, hingga gantian suami yang kemudian mendiamkan kita?
(Cung Hand)
Pernahkah kita merasa lebih tahu hingga merendahkan suami dengan kata-kata yang kita bahkan sudah tahu akan sangat menyakitinya?
(Cung Hand)
Pernahkan kita merasa benar dengan pendapat kita, hingga memasang wajah menyepelekan suami dan mengingkari keputusan yang dibuatnya?
Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah
Siapa yang tidak ingin mendapatkan suami yang salih? Tentu semuanya ingin ya. Tapi jika cara istri yang menasehati ini dengan cara yang salah, bisa jadi istri bukan sedang menjalankan amalan ma'ruf, juatru malah mungkar. Akhirnya dosa lah yang didapat seperti yang disampaikan oleh Syaikh Sulaiman.
Sesungguhnya bagian dari kearifan seorang perempuan dalam berdakwah adalah menjaga prioritas dan memahami kebutuhan suami.
Lakukan lah kajian mendalam untuk mewujudkab kemaslahatan bersama antara suami dan istri, bukan sekadar mendakwahi suami dengan tanpa memperhatikan dampak akibatnya.
Tetapi yang harus dijadikan target bagi kita adalah memberikan motivasi dalam kebenaran dan penerimaan nasihat terutama dalam hal-hal yang bersifat sunnah baik dari perkataan maupun perbuatan.
Maka pemahaman perempuan dalam dakwah secara umum dan terhadap suaminya secara khusus akan dapat mewujudkan hasil yang baik dan menghilangkan dampak buruk.
Jika kita menginginkan suami salih. Perbaiki lah terlebih dahulu diri kita. Dimulai dari salat kita yang tepat waktu.
Jika suami melihat kita telah konsisten dengan salat di awal waktu, lambat hari suami pun akan menyeimbangkan dirinya dengan menjadi jamaah salat di masjid di sekitar kita.
Jika ingin suami salih yang menyukai hadir dalam majelis ilmu. Berbuat baiklah kepadanya, dengan kebaikan dan perubahan sikap kita yang sesuai dengan arahan materi kajian, tanpa mengguruinya dan memberikan akhlak yang baik. Lambat hari suami akan belajar untuk menyeimbangkan diri, duduk dan betah di majelis ilmu bersama dengan kita.
Jika ingin suami salih. Maka salihkan diri kita. Mulailah dengan jilbab yang menutupi dada dan pakaian yang dianjurkan sesuai syariat. Maka lambat hari, suami akan malu menggandeng Anda yang berjilbab rapi menutup dada dengan pakaian longgar menutup seluruh bagian tubuh, suami akan memilih baju yang pantas untuk bersanding dengan Anda.
Maka, pantaskanlah diri kita menjadi wanita salihah. Perbaiki diri kita terlebih dahulu tanpa menuntut banyak untuk perubahan suami. Hatinya milik Allah, biarkanlah Allah yang akan merubahnya.
Jalankan peranmu. Menjadi istri dan ibu yang salihah. Serahkan suamimu agar Allah yang akan menggerakkannya.
WaAllahu 'alam bisshawab
Sumber : Buku Catatan Hati Ibu
- ditulis ulang oleh miya -
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bukan Untuk Bermain, Aku Diciptakan
Jelas sekali, ada hasil yang luar biasa dari ketidakbermainan Yahya di usia kecilnya untuk mendapatkan sejak awal: pemahaman, ilmu, kesunggu...
-
//Musuh Terbesar Orangtua dalam Mendidik Anak// Oleh : Nay Beiskara _Musuh terbesar dalam mendidik anak-anak, bukanlah internet, televis...
-
.. 💐Itu udah bener mba. Mgkin jadwal anak2 kami ketika usia 0-7 thn bisa jadi masukan: 04.30 Bangun dan mandi.Anak2 sudah wangi siap d...
-
Fatwa Syaikh Ibrahim bin Amir Ar Ruhaili hafizahullah (Guru pasca sarjana jurusan Akidah di Universitas Islam Madinah dan pengajar teta...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar