Senin, 22 Oktober 2018

Ayah Pendidik, berarti Menjaga Keluarga



Bismillah.

Kalau melihat ada seorang laki-laki masih enggan terlibat mendidik keluarganya.
Belum peduli terhadap urusan ibadah istri dan anak-anaknya.
Kurang paham bagaimana seharusnya sikap dalam berumah tangga.
Mohon tidak terburu-terburu menyalahkan.

Pahami dulu, kenapa itu bisa terjadi. Bisa jadi bertahunan, laki-laki tersebut hanya melihat ayahnya sibuk mencari nafkah untuk keluarga. Dan ada ibu yang membereskan segala persoalan rumah tangga.

Bisa jadi, memang tidak tahu. Belum mendapatkan informasi, ilmu dan contoh akan apa yang harus dilakukannya sebagai seorang suami dan ayah dari dalam rumahnya.

Jika demikian, bersabarlah kita dalam mengajak. Posisi yang memang menjadi istri dan ibu yang sudah paham.
Bahwa keterlibatan suami, dan ayah itu sangat penting dalam pengasuhan.

Menyampaikan, dan mengingatkan pada pemimpin tentu dengan cara ahsan. Bukan untuk menggurui serta menasihati.

Bisa saja, sungguh dirinya ingin berubah dan memperbaiki diri. Hanya saja belum diberikan kesempatan. Karena istri, dan ibu tak sabar menunggu.

Para ayah, sungguh tanggung jawabmu teramat berat. Memiliki bekal ilmu mendidik keluarga sama pentingnya seperti ilmu mencari nafkah.

Kewajiban belajar pun sama imbang manfaatnya.

Tak berarti nafkah tercukupi untuk keluarga, menjadi hilang beban tanggung jawab dalam mendidik.

Ayah, andai engkau paham. Mencari bekal ilmu mendidik keluarga akan menyelamatkan.

Tentu akan dirimu cari, seperti seriusnya dalam mencari nafkah, yang sering tak kenal lelah.

Istri dan anak yang terdidik dalam ilmu, sungguh akan membantu tugas pemimpin keluarga.

Ayah, andai engkau mau cari tahu. Terdidiknya keluarga akan meringankan hisabmu.

Ayah, andai engkau memang benar sayang seisi anggota keluarga, sempatkanlah dirimu hadir sepenuh jiwa.

Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224)



#AyahPenjagaKeluarga
#AyahPendidik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bukan Untuk Bermain, Aku Diciptakan

Jelas sekali, ada hasil yang luar biasa dari ketidakbermainan Yahya di usia kecilnya untuk mendapatkan sejak awal: pemahaman, ilmu, kesunggu...