Seorang sahabat bercerita kepada saya.
Bagaimana ibunda dari bapak dokter ini mendidiknya.
"Setiap kali saya akan ujian, ibu saya akan fokus ke sajadah. Ibu saya akan mendoakan saya. Ibu saya tidak pernah mengantar saya ketika akan ujian, tapi ibu di rumah dan fokus mendoakan saya"
Lalu, dari mana dokter ini bisa berjiwa sosial dan mudah berbagi dengan sesama.
Sekali lagi beliau belajar dari ibunya yang seringkali membagikan makanan atau apapun, dibagikan ke orang lain di sekitar rumahnya.
Menjadi ibu wajib mendekat dan sering berbisik kepada Allah, hanya dengan cara ini lah Allah menjaga anak-anak yang telah dititipkanNya.
Menjadi ibu wajib menjadi teladan. Perilaku kita akan dicopas. Dibawa dan selamanya kan di kenang.
Tinggalkan lah pengasuhan yang membekas, jejakkanlah ahlak terbaik yang mencontoh teladan kita.
Menjadi ibu adalah anugerah. Dipilih oleh Allah. Disaksikan oleh Allah.
Anak-anak yang kita lahirkan, hendak kita bentuk seperti apa?
Pantaskan diri untuk senantiasa menjadi seorang ibu pilihan. Yang dirindukan. Yang dimuliakan karena kesabaran mendidik anak-anak.
Bekali diri, mengasuh dengan ilmu.
- miya -
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bukan Untuk Bermain, Aku Diciptakan
Jelas sekali, ada hasil yang luar biasa dari ketidakbermainan Yahya di usia kecilnya untuk mendapatkan sejak awal: pemahaman, ilmu, kesunggu...
-
//Musuh Terbesar Orangtua dalam Mendidik Anak// Oleh : Nay Beiskara _Musuh terbesar dalam mendidik anak-anak, bukanlah internet, televis...
-
.. 💐Itu udah bener mba. Mgkin jadwal anak2 kami ketika usia 0-7 thn bisa jadi masukan: 04.30 Bangun dan mandi.Anak2 sudah wangi siap d...
-
Fatwa Syaikh Ibrahim bin Amir Ar Ruhaili hafizahullah (Guru pasca sarjana jurusan Akidah di Universitas Islam Madinah dan pengajar teta...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar