Senin, 22 Oktober 2018

8 Poin "The power of NGOBROL"

8 Poin "The power of NGOBROL"

-Abah Ihsan-

1. Orang yg bermasalah di dunia, bukan org yg banyak omong, tapi yg banyak diam.
Ciri org bahagia, ada keterhubungan. Suami istri yg bahagia, ada suara. Yaitu ngobrol. Itu yg bedakan keluarga dengan kos-kosan. Hadits, bicaralah yg baik atau diam. Yg disuruh adalah bicara dulu.

2. Ngobrol yang berkualitas: anak ngomong, orang tua ngomong. Kalo anak kita rajin ngobrol, maka tidak nakal. Penelitian di newyork, anak yg rajin bicara lebih memiliki daya tahan terhadap lingkungan.

3. Muslim yang bergaul lebih baik daripada yang tidak bergaul. Karena jarang ngobrol, sehingga ngobrolnya justru saat ada masalah. Maka ngobrolnya jadi ga nyaman.

4. Banyak anak yg harga dirinya hancur, di rumah. Bukan di luar rumah. Berapa banyak anak yg betah duduk berlama lama di dekat org tua?

Serem, garing, ga nyambung, galak, nyuruh2. Telinga mereka panas mendengar nasehat org tuanya. Ternyata kalo caranya salah, nasehat bisa menghancurkan. Kenapa? Over dosis.

5. Jangan jadi orangtua yg Not Close Not Real.
Zaman dulu, orang tua membesarkan anak tanpa ada pesaing. 70 an blm ada tv swasta. 80an blm ada internet. Cukup teladan orang tua. Blm ada cara verifikasi informasi.

Menguasai teknologi: menggunakan untuk pengetahuan.
Dikuasai teknologi: menggunakan untuk kesenangan.
Keywordnya: Di deket anak dan bersama anak.

6. Jangan pula jadi orangtua So Close but Not Real.
Kalo hanya org tua yg ngomong, namanya taklim. Kalo anak juga ngomong, namanya baru ngobrol. Setiap anak lahir dlm keadaan fitrah. Apa yg disukai Alloh manusia menyukainya. Apa yg dibenci Alloh, manusia tdkmenyukainya. Jgn menyalahkan org lain krn yg mengubah fitrah adalah org tua. Jika pengaruh org tua besar, maka pengaruh lingkungan akan kecil.

7. Krn tidak punya skill ngobrol, maka bisa celaka dunia dan akhirat. Maka carilah skill. Kantor menginvestasikan banyak uang untuk training karyawannya, agar memiliki skill.

8. Tidak boleh ada anak pendiam di rumah.
Banyak nasehat masuk telinga kanan keluar telinga kanan, krn tdk pernah dikeluarkan perasaannya. Ajak ngobrol, meskipun hal yg sepele. Wibawa ayah tdk dibangun oleh kejaiman. Namun oleh ketegasan dan tanggung jawabnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bukan Untuk Bermain, Aku Diciptakan

Jelas sekali, ada hasil yang luar biasa dari ketidakbermainan Yahya di usia kecilnya untuk mendapatkan sejak awal: pemahaman, ilmu, kesunggu...