Senin, 22 Oktober 2018
*Kiat Praktis Melatih Anak Lelaki Menjadi Qowwam Yang Dicintai Allah*
Oleh : Iin Savitry, *Bunda Bidadari*
Serial Kulwa Pengasuhan Anak Muslim
Materi 2 : *Tahapan Perkembangan Anak Berdasarkan Fitrah - Mempersiapkan Tumbuh Kembang Anak Bintang*
Secara umum, ada dua hal yang perlu kita pahami sebagai orangtua SEBELUM kita berusaha menyusun kurikulum belajar keqowwaman bagi anak,khususnya anak lelaki.
Kita sangat paham bahwa pelatihan ibadah shalat menjadi tolak ukur pelatihan keqowwaman seorang anak lelaki kelak.
Menumbuhkan rasa cinta shalat kepada anak 'hanyalah' satu target pembelajaran kepada anak yang harus kita tanamkan ke anak. Namun kurikulum ini sangat krusial, karena menentukan proses belajar anak selanjutnya, sebagai QOWWAM.
Apa dua hal itu?
Sebagai orangtua beriman tugas utama kita 'hanya' dua:
*1. Menumbuhkan FITRAH (QS Ar Rum 30:30)*
Fitrah adalah software yang Allah beri di setiap jiwa. Dibawa sejak lahir. Ibarat benih, fitrah ini membawa DNA kebaikan sebagai pembawa peran khalifatullaah fil 'ardh.
Sifat dasar fitrah adalah _lembut, halus, feminin_ . Jadi harus *ditumbuhkan dengan kelembutan* . Karena fitrah identik dengan cinta. Harus ditumbuhkan dan dipelihara dengan baik.
Prinsipnya *inside out* .
Artinya: benih kebaikan yang sudah ada di jiwa anak harus kita coba tumbuhkan dengan optimal. Karena bicara tentang _hari lahir(modal dasar dari Allah)_ tentu harus dilakukan dengan cara yang *menumbuhkan RASA SYUKUR* . Dengan kelembutan.
*2. Menanamkan ADAB ( QS At Tahrim 66:6)*
Sifat dasar adab adalah _tega_ . Sangat maskulin. Karena dalam penanaman adab, kita sedang _mempersiapkan hari akhir/kematian_ .
Targetnya adalah untuk *menyempurnakan akhlak* . Hingga kualitas amal sangat menentukan tingkat kualitas adab seseorang.
Prinsipnya adalah *outside in*. Jadi kita harus melatih adab ini secara bertahap kepada anak. Dan ada tolak ukur keberhasilannya.
SHALAT adalah bentuk ADAB KEPADA ALLAH. Bentuk ketundukan kita kepada Allah, DIPERCAYA sebagai khalifah di bumi ini.
Jika kita rujuk hadits nabi saw, 'Innamal a'malu binniyat...', kita bisa paham bahwa *niat (buah dari iman)* lah yang harus kita tumbuhkan ke anak dahulu. BARU kita ajak anak untuk beramal soleh.
*Niat* didapatkan dari *penumbuhan fitrah yang benar* .
*Amal solih* didapatkan dari *penanaman adab yang tepat dan sesuai tahapan yang Rasul saw contohkan* .
Nah, jadi, sebagai orangtua beriman yang cerdas, kita harus
~ paham APA ITU FITRAH dan ADAB.
Kita juga harus
~ paham KAPAN dan BAGAIMANA kita bisa menumbuhkan dan menanamkan kedua hal itu kepada anak.
Dari sekian banyak fitrah yang harus kita tumbuhkan, berikut garis besar FITRAH yang wajib kita pahami:
*1. Fitrah KEIMANAN*
Dibangkitkan dengan *keteladanan/kesolihan*.
*2. Fitrah BELAJAR*
Dibangkitkan dengan *Inspirasi* . Setiap anak memiliki model inspirasi yang berbeda-beda. Ada yang dengan dikisahkan, ada yang dengan diajak ke masjid, ada yang dengan dituntun oleh ayah, ada yang dengan diajak melakukan sesuatu. Kita orangtua harus berusaha _menemukan model inspirasi_ masing-masing anak.
*3. Fitrah PERKEMBANGAN*
Kita harus paham tujuan penciptaan masing-masing jenis kelamin dan paham *tahapan perkembangan anak* yang sesuai dengan anjuran Rasulullaah saw.
*4. Fitrah BAKAT*
Ini adalah salah satu cara untuk menemukan peran khusus (identitas dan potensi kesuksesan) masing-masing anak di dunia. Merupakan petunjuk untuk menemukan MISI HIDUP seseorang. Namun fitrah bakat ini hanya bisa optimal dimanfaatkan jika minimal ketiga fitrah utama di atas sudah bertumbuh dengan baik dan benar. Jika tidak, maka akan menjadi bumerang dan tidak bermanfaat bagi kemaslahatan umat manusia.
Nanti, akan berkembang berbagai fitrah lain. Diantaranya fitrah peradaban. Di sinilah akan muncul tanggung jawab orangtua untuk menanamkan fitrah adab. Dengan cara * dicontohkan* dan *dikisahkan*. ( Perhatikan juga cara fitrah keimanan dan belajar ditumbuhkan).
Lalu, bagaimana cara kita menumbuhkan berbagai fitrah dan menanamkan adab itu?
Ilmu Tahapan Perkembangan Anak wajjb kita pahami dengan baik. Agar skala prioritas mengasuhnya jelas. Prinsip *First Things First* berlaku di setiap fase pengasuhan anak.
*Tahapan Perkembangan Anak Muslim*
0-2 thn. Fase menyusui (anak-ibu)
2-7 thn. Ayah-Ibu seimbang
7-10 thn Satu gender (ibu-anak perempuan, ayah-anak lelaki)
10-14 thn. Beda gender (ibu-anak lelaki, ayah-anak perempuan)
Lalu, bagaimana *Proporsi Fitrah vs Adab?*
Ini porsi idealnya:
* a. 0-7 thn.Full Fitrah-90% fitrah, 10% adab*
Ini fase penanaman KASIH SAYANG. Orangtua optimal memberikan *teladan/inspirasi* melalui kisah contoh ajakan dll. Fase ini _BUKAN fase memberikan perintah_ .
Di fase ini *syariat agama tak usah dipaksakan/dihukum jika tak mengerjakan*
Kegiatan belajar anak optimalkan dari ALAM (eksplorasi lingkungan sekitar) dan contoh terbaik dari orangtua (lingkungan terdekat) .
*b. 7-10 thn. Fitrah 60%< adab 40%.*
Ini *fase parent's guidance*. Anak mulai dikenalkan berbagai aktivitas baik dan dibangun kesadarannya. Anak DIAJAK melakukan berbagai aktivitas yang kita/guru contohkan. Adab mulai diajarkan perlahan, masih dengan kasih sayang dan mulai diperkenalkan konsekuensi. Tak boleh ada hukuman.
Anak DILATIH dengan agar TERBIASA melakukan berbagai pelaksanaan syariat agama.
Anak mulai diajarkan dan dipahamkan fiqih dasar beragama.
Orangtua rutin MENJAGA proses belajar anak dengan pendekatan kasih sayang.
*c. 10-14 thn. Fitrah 30%, adab 70%*
Ini fase TEGA dan TEGAS.
Orangtua sudah memberlakukan konsekuensi optimal (yang tidak melemahkan fitrah belajar, iman, perkembangan,dll anak) dan memberlakukan target pembelajaran yang bisa diukur.
Anak diajak menyusun dan mengerjakan target pembelajaran sendiri. Juga mendiskusikan konsekuensi jika tak mencapai target pembelajaran.
*Fase Self Guide* pun dilatih di usia ini.
Inilah fase paling krusial dari tahapan perkembangan anak.
Jika anak berhasil berlatih kemandirian dan membangun kesadaran beribadah di usia ini, insyaAllah ia akan mudah menuju fase dewasa muda dengan modal kesadaran penuh dan rela mendirikan ibadah shalat wajib dan sunnah.
*d. 14 thn > . Adab 90% , fitrah 10%*
Di fase manusia dewasa ini, ADAB sudah berkembang menjadi SELF VALUE.
Jika kita simak semua penjelasan di atas, bisa diambil kesimpulan bahwa tahapan pembelajaran syariat SHALAT pun harus mengikuti prosedur belajar anak di atas.
Jika kita memahami dengan baik tahapannya, maka kita akan mudah mengajak anak *menyukai semua latihan kepemimpinan di dalam rumah* tanpa perlu teriakan apalagi pukulan. Karena kita selalu memulainya dengan CINTA. Dengan HARAPAN untuk bisa menjadi lebih baik, dan mampu melakukan kebaikan.
Karena secara fitrah semua orang diberi modal SENANG MENJADI PEMIMPIN, senang DIBERI KEPERCAYAAN untuk melakikan sesuatu dan SENANG DIHARGAI atas usahanya itu. Jika fitrahnya tumbuh dengan benar. Inilah tugas utama kita sebagai orangtua.
Allahu a'lam bishshawab.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bukan Untuk Bermain, Aku Diciptakan
Jelas sekali, ada hasil yang luar biasa dari ketidakbermainan Yahya di usia kecilnya untuk mendapatkan sejak awal: pemahaman, ilmu, kesunggu...
-
//Musuh Terbesar Orangtua dalam Mendidik Anak// Oleh : Nay Beiskara _Musuh terbesar dalam mendidik anak-anak, bukanlah internet, televis...
-
.. 💐Itu udah bener mba. Mgkin jadwal anak2 kami ketika usia 0-7 thn bisa jadi masukan: 04.30 Bangun dan mandi.Anak2 sudah wangi siap d...
-
Fatwa Syaikh Ibrahim bin Amir Ar Ruhaili hafizahullah (Guru pasca sarjana jurusan Akidah di Universitas Islam Madinah dan pengajar teta...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar