Senin, 22 Oktober 2018
*BAHAYA PENGGUNAAN GADGET PADA ANAK*
Pemateri: dr. Merna Noviarni
(Admin WA Grup Shiroh & Parenting)
FB: Merna Noviarni
Bahaya penggunaan gadget pada anak sebaiknya dihindari, dengan cara tidak membiarkan mereka terpapar teknologi tersebut secara berlebihan. Apalagi diberi hak kepemilikan saat usia mereka masih di bawah 12 tahun, karena bisa menghambat tumbuh kembang otak, mental, bahkan fisiknya.
Akademi Dokter Anak Amerika dan Perhimpunan Dokter Anak Kanada menegaskan, anak umur 0-2 tahun tidak boleh terpapar oleh teknologi sama sekali. Anak umur 3-5 tahun dibatasi menggunakan teknologi hanya satu jam per hari. Dan anak umur 6-18 tahun dibatasi 2 jam saja perhari.
Anak-anak dan remaja yang menggunakan teknologi melebihi batas waktu yang dianjurkan, memiliki risiko kesehatan serius yang bisa mematikan.
Berikut ini adalah 10 bahaya penggunaan gadget pada anak, yang bersumber dari berbagai penelitian. Sehingga bisa menjadi alasan kuat kenapa orangtua sebaiknya tidak memberikan gadget pada anak sebelum usia 12 tahun.
Bahaya penggunaan gadget pada anak yang harus diwaspadai orangtua
1. Mengganggu pertumbuhan otak anak
Pada usia 0-2 tahun, otak anak bertumbuh dengan cepat hingga dia berusia 21 tahun. Perkembangan otak anak sejak dini dipengaruhi oleh stimulasi lingkungan.
Stimulasi berlebih dari gadget (hp, internet, tv, ipad, dll) pada otak anak yang sedang berkembang, dapat menyebabkan keterlambatan koginitif, gangguan dalam proses belajar, tantrum, meningkatkan sifat impulsif, serta menurunnya kemampuan anak untuk mandiri.
2. Tumbuh kembang yang lambat
Bahaya penggunaan gadget pada anak, juga membatasi gerak fisiknya. Yang membuat tumbuh kembang fisik anak menjadi terlambat. Paparan teknologi sejak dini juga memengaruhi kemampuan literasi dan prestasi akademik anak secara negatif.
3. Obesitas
Penggunaan televisi dan video game berkaitan dengan meningkatkatnya kasus obesitas pada anak. Alat elektronik yang dipasang di kamar anak dan bisa diakses secara pribadi dapat meningkatkan risiko obesitas sebanyak 30%.
30% anak yang menderita obesitas, akan mengalami diabetes, hingga memiliki risiko tinggi stroke dini atau serangan jantung, serta usia harapan hidup yang rendah.
Akademi Dokter Anak Amerika dan Perhimpunan Dokter Anak Kanada menegaskan, anak umur 0-2 tahun tidak boleh terpapar oleh teknologi sama sekali. Anak umur 3-5 tahun dibatasi menggunakan teknologi hanya satu jam per hari. Dan anak umur 6-18 tahun dibatasi 2 jam saja perhari.
Anak-anak dan remaja yang menggunakan teknologi melebihi batas waktu yang dianjurkan, memiliki risiko kesehatan serius yang bisa mematikan.
Berikut ini adalah 10 bahaya penggunaan gadget pada anak, yang bersumber dari berbagai penelitian. Sehingga bisa menjadi alasan kuat kenapa orangtua sebaiknya tidak memberikan gadget pada anak sebelum usia 12 tahun.
Bahaya penggunaan gadget pada anak yang harus diwaspadai orangtua:
1. Mengganggu pertumbuhan otak anak
Pada usia 0-2 tahun, otak anak bertumbuh dengan cepat hingga dia berusia 21 tahun. Perkembangan otak anak sejak dini dipengaruhi oleh stimulasi lingkungan.
Stimulasi berlebih dari gadget (hp, internet, tv, ipad, dll) pada otak anak yang sedang berkembang, dapat menyebabkan keterlambatan koginitif, gangguan dalam proses belajar, tantrum, meningkatkan sifat impulsif, serta menurunnya kemampuan anak untuk mandiri.
2. Tumbuh kembang yang lambat
Bahaya penggunaan gadget pada anak, juga membatasi gerak fisiknya. Yang membuat tumbuh kembang fisik anak menjadi terlambat. Paparan teknologi sejak dini juga memengaruhi kemampuan literasi dan prestasi akademik anak secara negatif.
3. Obesitas
Penggunaan televisi dan video game berkaitan dengan meningkatkatnya kasus obesitas pada anak. Alat elektronik yang dipasang di kamar anak dan bisa diakses secara pribadi dapat meningkatkan risiko obesitas sebanyak 30%.
30% anak yang menderita obesitas, akan mengalami diabetes, hingga memiliki risiko tinggi stroke dini atau serangan jantung, serta usia harapan hidup yang rendah.
4. Kurang tidur
75% anak usia 9-10 tahun mengalami kurang tidur karena penggunaan teknologi tanpa pengawasan. Kekurangan tidur akan berdampak buruk pada nilai sekolah mereka, karena otak berkembang dengan baik saat tidur, dan anak butuh tidur yang cukup agar otaknya bisa berfungsi dengan baik.
Selengkapnya: Penelitian; Dampak Kurang Tidur Pada Perkembangan Otak Anak
5. Kelainan mental
Penelitian di Bristol University tahun 2010 mengungkapkan, bahaya penggunaan gadget pada anak dapat meningkatkan risiko depresi, gangguan kecemasan, kurang atensi, autisme, kelainan bipolar, psikosis, dan perilaku bermasalah lainnya.
6. Sifat agresif
Konten di media yang bisa diakses anak, dapat menimbulkan sifat agresif pada anak. Kekerasan fisik dan seksual banyak tersebar di internet, dan jika tidak dilakukan pengawasan, anak bisa terpapar itu semua. Sehingga memicu timbulnya perilaku agresif dan cenderung menyerang orang lain pada anak.
7. Kecanduan
Ketika orangtua terlalu bergantung pada teknologi, mereka akan semakin jauh dari anak. Untuk mengisi kekosongan ikatan dengan orangtua, anak juga mulai mencari penghiburan dari gadget, yang pada akhirnya membuat mereka kecanduan teknologi, dan tidak bisa lepas darinya.
8. Pikun digital
Kecepatan konten di media, membuat anak memiliki attention span yang pendek. Dia jadi tidak fokus pada satu hal, dan mudah berganti fokus. Hal ini menurunkan kemampuan konsentrasi dan memori. Sehingga membuat anak susah memusatkan perhatian.
Hal ini memicu kondisi yang disebut pikun digital, karena anak yang terpapar teknologi terlalu banyak, tidak bisa memusatkan perhatian, imbasnya dia menjadi kesulitan belajar.
9. Radiasi emisi
Pada bulan Mei 2011, WHO memasukkan ponsel dan gadget tanpa kabel lainnya dalam kategori Risiko 2B (penyebab kemungkinan kanker), karena radiasi emisi yang dikeluarkan oleh alat tersebut.
James McNamee dari Lembaga Kesehatan Kanada, memberi peringatan pada 2011 lalu:
“Anak-anak lebih sensitif terhadap radiasi dibanding orang dewasa. Karena otak anak dan sistem imun mereka masih berkembang. Jadi, kita tidak bisa mengatakan bahwa risiko pada anak sama dengan risiko pada orang dewasa.”
10. Proses belajar yang tidak berkelanjutan
Penggunaan teknologi yang berlebihan pada anak, bisa membuat proses belajarnya tidak kontinyu. Karena teknologi ini membuat segalanya menjadi lebih mudah, sehingga otak anak tidak terasah, disebabkan kemudahan yang ditawarkan untuk mencari jalan pintas.
***
Memberikan gadget pada anak memang jalan termudah untuk membuatnya diam, sehingga kita tidak terlalu repot menjaganya. Namun, setelah mengetahui bahaya penggunaan gadget pada anak ini, tentu Parents tidak ingin membiarkan tumbuh kembangnya terganggu karena paparan teknologi yang berlebihan.
Mari bijak menggunakan teknologi, dan biarkan anak berkembang dengan baik tanpa hambatan.
*Mengatasi Anak yang Kecanduan Gadget*
Luangkan waktu untuk bermain dan berdiskusi dengan anak
Jangan biarkan anak merasa jika gadget yang mereka mainkan lebih asyik dibanding dengan bermain bersama orang tuanya, sempatkanlah waktu untuk bermain bersama anak walaupun hanya sebentar, berikan pengertian serta pemahaman dengan cara berdiskusi secara baik baik bahwa sebenarnya ada akibat-akibat yang kurang baik bila mereka terlalu lama dan terlalu sering memainkan gadget, bila perlu berikan ilustrasi berupa gambar atau efek yang dapat ditimbulkan dari pemakaian gadget.
Berikan alternative mainan untuk anak
Saat ini banyak mainan anak yang edukatif sehingg mampu membuat anak untuk lebih pandai dan kreatif, mungkin beberapa orang berpendapat bahwa mainan edukatif cenderung mahal tapi percayalah hal itu tentu akan sebanding dengan manfaat yang didapatkan. Bila anak kurang tertarik dengan mainan edukatif bisa juga diberikan mainan lain yang dapat Anda sesuaikan masing-masing sesuai dengan ketertarikan anak, yang penting anak tidak lagi terlalu sering terpapar gadget setiap harinya.
Berikan batasan waktu bermain gadget dan batasan pemakaian internet
Dalam hal ini kita harus bisa bersikap tegas pada anak, bila telah terjadi kesepakatan antara anak dengan orang tua dalam hal pemakaian gadget dan internet maka kita harus menerapkan kesepakatan tersebut, misalnya kita buat kesepakatan anak hanya boleh bermain gadget pada hari libur dan itupun hanya 2 jam, bila anak melanggar hal tersebut tegaslah dalam mengaturnya, jangan mudah luluh oleh rayuan anak ataupun menjadi mudah marah jika anak sulit untuk diatur, coba bicarakan kembali mengenai kesepakatan tersebut dengan anak, agar anak juga bisa belajar disiplin dalam mematuhi aturan rumah.
Demikian ulasan singkat mengenai dampak buruk gadget bagi anak dan cara mengatasinya.
Sumber:
https://id.theasianparent.com/10-bahaya-penggunaan-gadget-pada-anak/amp
https://hijapedia.com/dampak-buruk-gadget/
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bukan Untuk Bermain, Aku Diciptakan
Jelas sekali, ada hasil yang luar biasa dari ketidakbermainan Yahya di usia kecilnya untuk mendapatkan sejak awal: pemahaman, ilmu, kesunggu...
-
//Musuh Terbesar Orangtua dalam Mendidik Anak// Oleh : Nay Beiskara _Musuh terbesar dalam mendidik anak-anak, bukanlah internet, televis...
-
.. 💐Itu udah bener mba. Mgkin jadwal anak2 kami ketika usia 0-7 thn bisa jadi masukan: 04.30 Bangun dan mandi.Anak2 sudah wangi siap d...
-
Fatwa Syaikh Ibrahim bin Amir Ar Ruhaili hafizahullah (Guru pasca sarjana jurusan Akidah di Universitas Islam Madinah dan pengajar teta...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar