Senin, 22 Oktober 2018

JANGAN-JANGAN KITA BELUM TERLUKA



Jujur, membaca tulisan singkat Ustadz Agung Waspodo di Majelis Iman Islam (Manis) dada saya seketika bergemuruh. Langsung tertampar. Berapa luka kita membela agama Allah?

Jangan-jangan kita belum terluka. Ya, iya, ngajar TPA ya deket rumah saja.  Nggak jauh dan harus mengeluarkan peluh. Ini pun masih galau kalau ngajar sendirian, mending nggak usah ngajar saja. Nggak bisa ngatasin anak-anak, begitu merasanya. Padahal Allah kan di samping kita.

Sedang dulu, Rasulullah berhijrah ke Madinah melalui beberapa hari, lelahnya luar biasa. Abu Bakar pun rela digigit ular di dalam gua.

Iya, nih. Jangan-jangan kita belum terluka. Kita masih repot dengan urusan rumah kita.

Sedang para sahabat ketika hijrah meninggalkan rumah dan hartanya. Meski rindu kampung halamannya, ditahan-tahan hingga Fathu Mekah terjadi di depan mata. Bahkan seperti Abu Salamah dia hijrah tidak bersama anak dan istrinya. Anaknya dimana, istrinya dimana.

Ah Ya Allah, jangan-jangan kita memang belum terluka. Sakit yang diderita rata-rata karena kelalaian semata. Lalai makan dengan benar, lalai kurang istirahat karena asyik begadang urusan dunia, lalai kurang memperhatikan hak badan. Bahkan karena sakit ini pun, kita ijin mundur dari medan juang. Memang sah diijinkan, namun kita pun mengulangi kesalahan yang sama.

Sedang Abdullah bin Mas'ud berniat akan tetap membacakan Al Quran di Ka'bah meski sebelumnya sudah disakiti hingga berdarah kala dia melakukan itu.

Padahal, Ja'far ibnu Abu Thalib ketika terbunuh dalam perang Mu'tah, tidak tersisa daging dalam tubuhnya. Semua penuh luka sabetan pedang dan tusukan tombak.

Jangan-jangan kita belum terluka. Di jalan Allah, di dakwah ini dengan kondisi minus kontribusi. Ya Allah, mohon ampuni. Moga kita bisa lebih baik lagi.

- henny -

#muhammasawteladanku
#kisahhijrah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bukan Untuk Bermain, Aku Diciptakan

Jelas sekali, ada hasil yang luar biasa dari ketidakbermainan Yahya di usia kecilnya untuk mendapatkan sejak awal: pemahaman, ilmu, kesunggu...