----
*Nasib Orang Ganteng*
===
Bu, siapa yang pengen punya anak ganteng kayak Nabi Yusuf? Semuanya pasti pingin, ya.
Bahkan saking kepinginnya, Qur'an surat Yusuf jadi favorit untuk dibaca ibu-ibu yang lagi hamil.
Mengaji surat Yusuf itu bagus. Berpahala. Yang gak boleh itu setelah lahiran ibu ngerasa kecewa saat lihat wajah si bayi, lalu bilang,
"Duh, kenapa bayiku lagi-lagi mirip Bapaknya, sih? Nyebelin, ah."
/
Bu, saat Ibu pingin banget punya anak berwajah ganteng mirip Nabi Yusuf, namun Allah malah kasih bayi yang wajahnya mak plek ketumplek sama wajah Bapaknya, itu bisa jadi Allah tahu Ibu takkan siap diuji seperti ujian yang diberikan pada Nabi Yusuf.
Sebab jadi orang ganteng itu berat, Bu. Berat.
Coba kita simak kisah Nabi Yusuf dalam Al-Qur'an.
Yusuf kecil dianugerahi paras tampan mempesona sejak lahir. Itu sebabnya ayahnya, Nabi Yakub, sangat sayang pada Yusuf. Hanya saja rasa sayang Yakub pada Yusuf yang begitu besar, membuat kakak-kakak Yusuf iri hati. Dengki.
Nasib orang ganteng yang pertama, DICEMBURUI.
Karena rasa dengki itulah yang membuat saudara-saudara Yusuf bersekongkol untuk mencelakakan Yusuf. Maka dibawalah Yusuf ke sebuah tempat sepi. Pura-pura diajak main. Tapi sesampai di tujuan, Yusuf malah dilempar ke sumur.
Lihat, Nasib orang ganteng yang kedua apa, Bu?
Iya bener, DICEMPLUNGIN KE SUMUR.
Setelah itu pulanglah saudara-saudara Yusuf. Saat Nabi Yakub tanya pada mereka di mana Yusuf, mereka menjawab,
"Yusuf diterkam serigala, Ayah."
Nasib orang ganteng yang ketiga: DIFITNAH.
Ternyata, di sumur itu Nabi Yusuf tidak meninggal. Maka berteriaklah Nabi Yusuf minta tolong.
"Tolooong! Tolooong!"
Teriakan itu terdengar oleh rombongan pedagang yang sedang melintas. Cepat-cepat pedagang itu menarik keluar Yusuf dari dalam sumur.
Yusuf akhirnya terbebas dari sumur.
Akan tetapi, bukannya mengembalikan kepada orang tuanya, pedagang itu malah membawa Yusuf ke pasar budak untuk dijual.
Lihat, nasib orang ganteng yang keempat adalah DIJUAL.
Singkat cerita, karena tampang Nabi Yusuf sangat menarik, maka ia dibeli oleh keluarga kerajaan. Setelah itu Yusuf hidup di kerajaan sampai ia beranjak dewasa.
Makin lama paras Yusuf makin cakep. Hidung mancung, kulit putih, sorot mata tajam, badan tinggi, bahu lebar berotot. Istilah anak zaman sekarang, Macho Abis!
Hal itulah yang membuat istri raja klepek-klepek pada Yusuf. Maka istri raja mulai menggoda Yusuf. Tapi Yusuf tak gampang tergoda. Maka istri raja mulai membuat siasat yang lebih ekstrim. Menjebak Yusuf.
Maka di suatu malam, Istri Raja memanggil Yusuf ke dalam kamarnya. Yusuf menurut, mengira ia akan disuruh sesuatu oleh tuannya. Tapi di kamar ternyata cuma ada mereka berdua. Dan di sanalah istri raja yang cantik jelita mulai merayu Yusuf.
Yusuf hampir saja masuk dalam perangkap zina itu sebelum akhirnya Allah sadarkan dia.
Setelah sadar ini adalah jebakan, Yusuf langsung berlari keluar kamar. Tetapi istri raja menghalangi Yusuf dengan menarik baju bagian belakangnya. Yusuf berontak. Dan terjadilah adegan tarik menarik di dekat pintu kamar. Baju belakang Yusuf robek.
Beberapa detik selanjutnya pintu kamar terbuka. Ternyata si Raja lah yang membuka pintu.
"Ada apa ini?" Raja menatap Yusuf dan Istrinya bergantian.
Istri raja yang pertama menjawab, "Yusuf mau memperkosaku."
Lihat, Bu. Nasib orang ganteng selanjutnya: MENDAPATKAN PELECEHAN SEKSUAL.
Dianggap bersalah, Yusuf akhirnya dipenjara.
Nasib Orang Ganteng ke Enam: DIPENJARA.
Di dalam penjara, Yusuf bilang pada teman satu tahanan.
"Bro, kamu kan mau bebas dari penjara dua hari lagi. Tolong bilangin ke raja dong. Aku ini ndak bersalah. Lihat bajuku yang robek itu bagian belakang. Artinya aku lari dari rayuan istri raja sebelum ditarik olehnya. Bilangin, ya. Oh, iya. Aku dikaruniai Allah mentafsir mimpi. Nah, kemarin aku mimpi tentang kerajaan ini. Aku akan sampaikan ke raja bila nanti keluar penjara."
"Oke."
Dua hari berikutnya, teman Yusuf keluar. Sayangnya, setelah keluar penjara, ia lupa pesan Yusuf pada Raja. Lupanya sampai 6 tahun, coba.
Nasib orang ganteng yang terakhir, DILUPAKAN.
/
Bu, bersyukurlah jika anak kita tak setampan Nabi Yusuf. Artinya anak kita bisa terhindar dari fitnah wajah. Dan hal itu tak lepas dari suami yang berperan penting dalam menyumbangkan gen wajah pada anak Ibu.
Maka sekarang datangi suami lalu katakan,
"Pa, makasih ya. Gara-gara muka anak-anak kita mirip banget sama Papa, akhirnya mereka terhindar dari fitnah."
***
Surabaya, 27 November 2018
Fitrah Ilhami
Penulis buku 'Cinta yang Tersambung hingga ke Langit' dan 7 buku tentang keluarga lainnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bukan Untuk Bermain, Aku Diciptakan
Jelas sekali, ada hasil yang luar biasa dari ketidakbermainan Yahya di usia kecilnya untuk mendapatkan sejak awal: pemahaman, ilmu, kesunggu...
-
//Musuh Terbesar Orangtua dalam Mendidik Anak// Oleh : Nay Beiskara _Musuh terbesar dalam mendidik anak-anak, bukanlah internet, televis...
-
.. 💐Itu udah bener mba. Mgkin jadwal anak2 kami ketika usia 0-7 thn bisa jadi masukan: 04.30 Bangun dan mandi.Anak2 sudah wangi siap d...
-
Fatwa Syaikh Ibrahim bin Amir Ar Ruhaili hafizahullah (Guru pasca sarjana jurusan Akidah di Universitas Islam Madinah dan pengajar teta...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar