Pertanyaan:
mbak , mau nanya nih... klo kondisi shaum, sebaiknya menu makannya yg mengandung protein tinggi. nah klo hari2 biasa apakah pola makan yg baik untuk anak juga demikian . dlam artian tetap ada nasi tpi komplit dgn yg berprotein tinggi.
terkadang sebagai ibu kan qt suka khawatir klo anak lagi g doyan makan nasi.
justru nasi itu sesuatu yg dipandang wajib menu utama
Jawaban :
❤ Pola makan dominan asupan nutrisi dari sumber protein hewani itu sebaiknya memnag menjadi pola.makan sehari2, mba
Keuntungannya banyak:
Anak jadi tak terlalu sering kelaparan sehingga sering minta jajan.
Anak tidak gendut
Tenaga anak kuat dan daya tahan tubuhnya lebih bagus
Anak tak mudah lelah atau mengantuk
Bukaj berarti ga boleh karbo ya.
Singkatnya begini, porsi makan ideal itu seperti makanan orang bule: sepotong daging cukup besar, ssdikit sayur.
Dan kita tak perlu khawatir anak ga doyan nasi. Itu bukan sumber energi utama yang dibutuhkan tubuh. Bisa ditutupi dengan makan tempe tahu, sayur, buah secukupnya.
Tapi kalau untuk daya tahan, lebih optimal konsumsi protein hewani.
Rasul saw sudah memberi contoh terbaik bagi kita ttg pola makan beliau ya. Lebih banyak konsumsi daging karena bisa lebih lama kenyang...
Bisa dibuat ujicoba saja di rumah, perhatikan kualitas kesehatan anak ketik lebih byk mengkonsumsi protein hewani dibanding karbo sederhana...
Allahu a'lam bishshawab ✅
Jawaban oleh mbak merna noviarni dari grup shiroh dan parenting
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bukan Untuk Bermain, Aku Diciptakan
Jelas sekali, ada hasil yang luar biasa dari ketidakbermainan Yahya di usia kecilnya untuk mendapatkan sejak awal: pemahaman, ilmu, kesunggu...
-
//Musuh Terbesar Orangtua dalam Mendidik Anak// Oleh : Nay Beiskara _Musuh terbesar dalam mendidik anak-anak, bukanlah internet, televis...
-
.. 💐Itu udah bener mba. Mgkin jadwal anak2 kami ketika usia 0-7 thn bisa jadi masukan: 04.30 Bangun dan mandi.Anak2 sudah wangi siap d...
-
Fatwa Syaikh Ibrahim bin Amir Ar Ruhaili hafizahullah (Guru pasca sarjana jurusan Akidah di Universitas Islam Madinah dan pengajar teta...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar