Senin, 16 April 2018

Tanya jawab parenting seputar shalat shubuh

Pertanyaan :
Gimana caranya supaya anak disiplin menjalankan shalat 5 waktu. Ngk subuh aja.. Ssuai Di jadwalnya ? Jazakillah khairan ukht.


Jawaban :

❤ Ada tips cara asyik mengajak anak belajar shalat dg lebih santai dan enjoy. Panjang nih materinya:

*MENGAJARKAN ANAK SHOLAT*


Sebagai hasil renungan saya ketika mencari cara untuk bisa mengajarkan shalat secara bertahap, santai dan cukup menyenangkan bagi anak, saya membuat tahapan latihan shalat seperti ini :

*0-7 Tahun*

 7      tahun  ---- Shalat Subuh
8-9    tahun ---- + shalat magrib dan isya
9-10  tahun ---- + shalat zhuhur dan ashar
10      tahun ---- rutin shalat 5 waktu

Jika anak sudah cukup ajeg pembiasaan shalat 5 waktunya, ditambahkan *latihan shalat sunnah utama* .

Saya bagi 3 shalat sunnah yang perlu dilatih oleh anak berdasarkan *tingkat manfaat* :
1. *Shalat rawatib*--- fungsinya untuk menutupi kekurangan dalam pelaksanaan shalat wajib
2. *Shalat tahajud*--- fungsinya untuk menguatkan jiwa anak dan tahan banting dalam menjalani perannya sebagai khalifatullaah fil al 'ardh
3. *Shalat Dhuha* ---- fungsinya untuk memperkuat ghirah anak menjalani peran keqowwamannya di keluarga besar dan lingkungan.

Untuk tahapannya, karena jumlah shalat rawatib sunnah muakad cukup banyak dan akan sangat berat (secara fisik dan batin)  dilaksanakan oleh anak, maka saya buat target-target:

*a. 10 tahun*  ---- rutinkan shalat sunnah qobla Subuh dan shalat tahajud minimal 2 rakaat dengan membaca surah hafalannya sendiri atau langsung memegang mushaf Alquran
*b. 11- 12 tahun*  --- setiap 6 bulan tambahkan shalat sunnah ba'da  zhuhur/ba'da magrib/ba'da isya sesuai kesepakatan anak + tahajud diperpanjang bacaannya
*c. 13-14 tahun*  --- ditambahkan shalat qobla zhuhur. Tahajud dirutinkan minimal 1 juz/malam.
*d.14 tahun*  ---- dilatih shalat dhuha minimal 2 rakaat.

Diharapkan di usia 14 tahun ia sudah terbiasa merutinkan shalat sunnah rawatib dan tahajud. Saya menggunakan tokoh Muhammad Al Fatih sebagai contoh pemimpin yang tak pernah meninggalkan shalat sunnah rawatib dan tahajud begitu dia aqil baligh. Berarti latihannya sudah dimulai sebelum dia baligh.

Shalat dhuha dibelakangkan karena berurusan dgn karakter amanah dan tabligh. Berhubungan dengan program pribadi anak untuk meningkatkan kemampuan memberi nafkah  dan berdakwah di luar keluarga inti.

Dengan memberikan DAN menjelaskan tahapan belajar shalat seperti di atas ke anak , saya berusaha mempersiapkan wawasan dan mental mereka dulu. Jadi mereka diajak untuk _merencanakan proses belajar shalat_ dengan bermodalkan pikiran kritis dan bertahap.

Saya menjelaskan *MENGAPA* dan *UNTUK APA* saya membuat tahapan belajar di atas dengan menggunakan berbagai buku utama seperti terjemah Alquran, asbabunnuzul ayat&surah, tafsir, buku SIROH NABI MUHAMMAD Saw, hadits2 terkait shalat, juga buku2 fiqih dan buku2  mukjizat sains alquran dan hadits.
Plus saya jelaskan tahapan cara kerja otak manusia, cara kerja organ tubuh manusia,  dan perkembangan anak.

Semua penjelasan itu sebenarnya adalah modal ilmu2 dasar (fiqih qowwamah, fiqih pengasuhan keluarga dll) yang dibutuhkan anak untuk bisa menjalani perannya dengan optimal kelak.

Beberapa manfaat dari pemberian tahapan belajar shalat seperti di atas:
1. Anak diajak berpikir kritis, harus ada dalil dan tahapan belajar yang jelas dan terukur  (secara wawasan, fisik dan mental)  sebelum melakukan suatu amal ibadah mahdhoh.
2.Anak diajak merencanakan dan mempersiapkan  program belajar shalatnya dengan santai
3. Anak merasa santai dan tidak diburu-buru karena ada cukup banyak waktu untuk berlatih pembiasaan shalat
4. Anak dilatih untuk bisa menilai sendiri batas kekuatan dirinya dalam berlatih, dan dilatih untuk memotivasi dirinya agar bisa 'lulus belajar shalat' tepat pada waktunya.
5. Anak dilatih untuk membuat sendiri target-target belajarnya asal tidak melanggar standar dasar yang telah ditetapkan.  Jadi anak bisa mengakselerasi sendiri tahapan belajar shalatnya.
6. Anak dilatih untuk memperhatikan syarat2 yang harus dipenuhi agar dia bisa menjalani tahapan belajar shalat dgn benar (ilmu nutrisi, olah tubuh,pengaturan waktu, pembiasaan tilawah alquran  dll)
7. Ortu juga jadi lebih tenang karena tak menggesa anak untuk langsung 'jago' dan
'hebat' dalam berlatih shalat

Allahu a'lam bishshawab. ✅

Dijawab oleh mbak iin savitry dari grup shiroh dan parenting

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bukan Untuk Bermain, Aku Diciptakan

Jelas sekali, ada hasil yang luar biasa dari ketidakbermainan Yahya di usia kecilnya untuk mendapatkan sejak awal: pemahaman, ilmu, kesunggu...