Seorang istri saat berselisih dengan suami acapkali hadir dengan kalimat yang hampir sama:
"Saya nggak kuat lagi bersama suami saya, saya ingin mengakhiri saja sampai di sini.."
Tapi tidak pada suami, perkataan yang sering adalah:
"Saya berkali-kali menasehatkan istri saya, tapi dia tak pernah mendengar dan mengulanginya terus apa yang tidak saya suka.."
Bagaimana dengan Anda, pasangan suami istri sudah berapa tahun menikah..jika menghadapi konflik kalimat apa yang sering diucapkan ketika curhat..??
Tak ada gading yang tak retak, tak ada pasangan suami istri yang tak pernah konflik karena perbedaan. Semua pernah mengalami, tapi yang membedakan adalah kadar konflik sehingga itu bisa disebut masalah dan cara menyikapi masalah itu sendiri. Jangan-jangan hanya masalah mencet odol gigi itu Anda katakan konflik, satu dari ujung satu lagi dari tengah. Cara mengatasinya mungkin sederhana dengan "damai" atau mengajak pergi makan di luar, atau malah makin melebar melibatkan pihak luar dan salah tempat curhat. Intinya, apapun motivnya konflik itu ciri rumah tangga yang sehat mereka akan saling menguatkan di balik itu dan akan ada naungan kasih sayang Allah bersama keduanya.
Wahai suami istri, mari kita pahami ketika badai itu datang jangan sampai kepanikan itu membuat kita salah pegangan yang akhirnya mencelakakan diri sendiri. Jika ujian itu datang, dekatkan diri dengan Al Qur'an. Adakah nasehat sebaik Al Qur'an?? Berlarilah mengejar Allah, karena Dia yang memberi kita pendamping hidup siapapun dia. Mengapa kita tak merawatnya dengan cinta?? Bukankah kita ingin bersamanya sampai di surga?? Yakinlah di dunia konflik ini hanya sementara saja, bersabarlah sebentar. Jika Anda tidak sabar dan ingin jalan pintas mudah saja cukup dengan satu kalimat. Tapi apakah Anda telah berprestasi di hadapan Allah..?? Adakah hasil yang baik jika kita tak mau bersusah payah dan ingin cepat berakhir..??
Allah Swt memberikan tambahan sakinah dan mawaddah bagi keluarga yang berhasil melalui badai dengan prestasi gemilang yakni makin kokoh imannya dan makin dekat dengan-Nya. Sebab selama ia diuji tak lepas lisannya berdzikir dan istighfar, tak lepas Al Qur'an dari genggamannya dan hatinya semakin bersih.
Bukan sebaliknya, bila ada masalah dengan pasangan update status di medsos, curhat dengan teman kerja atau ngomel sama temagga jadi sasaran. Hati jadi keras, lisan tak terkontrol dan harga diri jadi jatuh bebas meluncur karena tidak ada pegangan.
Siapa saja pasangan yang sedang diuji dengan gelombng rumah tangga, mari jemput bersama cahaya prestasi di hadapan Allah. Mari keluar dari ruang pengap dan gelap menuju cayaha kasih sayang Allah Swt. Pegang erat tangan pasangan Anda, ingatkan dan bantu dia menuju lorong terang itu meskipun susah itulah perjuangan yang akan Allah nilai ibadah dan mujahadah. Setiap tetesan mujahadah ada limpahan pahala, bulir air mata i'tiraf (pengakuan) Anda di hadapan Allah Swt menjadi saksi amal kita.
Wallahua'lam
Oleh setyati dari grup shiroh dan parenting
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bukan Untuk Bermain, Aku Diciptakan
Jelas sekali, ada hasil yang luar biasa dari ketidakbermainan Yahya di usia kecilnya untuk mendapatkan sejak awal: pemahaman, ilmu, kesunggu...
-
//Musuh Terbesar Orangtua dalam Mendidik Anak// Oleh : Nay Beiskara _Musuh terbesar dalam mendidik anak-anak, bukanlah internet, televis...
-
.. 💐Itu udah bener mba. Mgkin jadwal anak2 kami ketika usia 0-7 thn bisa jadi masukan: 04.30 Bangun dan mandi.Anak2 sudah wangi siap d...
-
Fatwa Syaikh Ibrahim bin Amir Ar Ruhaili hafizahullah (Guru pasca sarjana jurusan Akidah di Universitas Islam Madinah dan pengajar teta...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar