Agar seorang wanita berhasil mengemban tugas mulia ini, maka dia perlu menyiapkan dalam dirinya faktor-faktor yang sangat menentukan dalam hal ini, di antaranya:
1- Berusaha memperbaiki diri sendiri.
Faktor ini sangat penting, karena bagaimana mungkin seorang ibu bisa mendidik anaknya menjadi orang yang baik, kalau dia sendiri tidak memiliki kebaikan tersebut dalam dirinya? Sebuah ungkapan Arab yang terkenal mengatakan:
فاقِدُ الشَّيْءِ لا يُعْطِيْهِ
“Sesuatu yang tidak punya tidak bisa memberikan apa-apa”[8].
Maka kebaikan dan ketakwaan seorang pendidik sangat menetukan keberhasilannya dalam mengarahkan anak didiknya kepada kebaikan. Oleh karena itu, para ulama sangat menekankan kewajiban meneliti keadaan seorang yang akan dijadikan sebagai pendidik dalam agama.
Dalam sebuah ucapannya yang terkenal Imam Muhammad bin Sirin berkata: “Sesungguhnya ilmu (yang kamu pelajari) adalah agamamu (yang akan membimbingmu mencapai ketakwaan), maka telitilah dari siapa kamu mengambil (ilmu) agamamu”
Faktor penting inilah yang merupakan salah satu sebab utama yang menjadikan para sahabat Nabi menjadi generasi terbaik umat ini dalam pemahaman dan pengamalan agama mereka. Bagaimana tidak? Da’i dan pendidik mereka adalah Nabi yang terbaik dan manusia yang paling mulia di sisi Allah Ta’ala, yaitu Nabi kita Muhammad bin Abdillah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Makna inilah yang diisyaratkan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya,
{وكيف تكفرون وأنتم تتلى عليكم آيات الله وفيكم رسوله}
“Bagaimana mungkin (baca: tidak mungkin) kalian (wahai para sahabat Nabi), (sampai) menjadi kafir, karena ayat-ayat Allah dibacakan kepada kalian, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kalian (sebagai pembimbing)” (QS Ali ‘Imraan:101).
Contoh lain tentang peranan seorang pendidik yang baik adalah apa yang disebutkan dalam biografi salah seorang Imam besar dari kalangan tabi’in, Hasan bin Abil Hasan Al Bashri, ketika Khalid bin Shafwan menerangkan sifat-sifat Hasan Al Bashri kepada Maslamah bin Abdul Malik dengan berkata: “Dia adalah orang yang paling sesuai antara apa yang disembunyikannya dengan apa yang ditampakkannya, paling sesuai ucapan dengan perbuatannya, kalau dia duduk di atas suatu urusan maka diapun berdiri di atas urusan tersebut…dan seterusnya”, setelah mendengar penjelasan tersebut Maslamah bin Abdul Malik berkata: “Cukuplah (keteranganmu), bagaimana mungkin suatu kaum akan tersesat (dalam agama mereka) kalau orang ini (sifat-sifatnya) seperti ada di tengah-tengah mereka?”
Oleh karena itulah, ketika seorang penceramah mengadu kepada Imam Muhammad bin Waasi’ tentang sedikitnya pengaruh nasehat yang disampaikannya dalam merubah akhlak orang-orang yang diceramahinya, maka Muhammad bin Waasi’ berkata, “Wahai Fulan, menurut pandanganku, mereka ditimpa keadaan demikian (tdari terpengaruh dengan nasehat yang kamu sampaikan) tidak lain sebabnya adalah dari dirimu sendiri, sesungguhnya peringatan (nasehat) itu jika keluarnya (ikhlas) dari dalam hati maka (akan mudah) masuk ke dalam hati (orang yang mendengarnya)”
🌹🌹KHANI¥AH-AS-SALAFI¥AH🌹🌹
Ma'had Umar Bin Khottob
Selasa, 24 April 2018
PEREMPUAN, LAKUKAN INI AGAR JIWAMU SEHAT
by: setiyati
Kepada para perempuan, pernahkah dalam sehari engkau selalu uring-uringan..?? katanya tidak jelas apa sebabnya..
Lihat anak mau marah, suami pulang kena marah, tetangga lewat marah, suami nyuruh istighfar marah..
Sampai kalau sudah selesai PR alias Pekerjaan Rumah anekdotnya, "pekerjaan rumah udah selesai..trus mau mgomelin apa lagi ya..?"
Numpang teorinya para pakar peneliti sifat perempuan, konon perempuan dalam sehari harus mengeluarkan 20.000 kata perhari, berbeda dengan laki-laki hanya 7.000 kata saja dalam sehari. Didalam kandungan otak jenis kelamin perempuan banyak mengandung protein yang disebut "protein berbahasa", maka dari itu berbekal "kecerewetan" perempuan menjadi pendidik bahasa yang sangat baik untuk anak-anaknya dibandingkan laki-laki.
Saat perempuan melunasi cicilan katanya hingga 20.000 sehari maka secara batiniah telah tersalurkan dengan lapang jiwa dan raganya, lebih ringan dan terkendali. Nah, tetapi bagaimanakah cara menyalurkan kata sebanyak itu sehingga menjadi benar-benar sehat dan mengundang kebaikan dan berkah..??
Jangan sampai salah saluran, akhirnya anak-anak jadi sasaran peluru kata, suami dan kerabat jadi pelarian "ngomel", menggosip teman dan suka sewot, tentu ini tidak tepat bahkan menjadi pemicu keretakan hubungan.
Berikut beberapa cara menyalurkan kata dalam sehari agar para perempuan, ibu dan istri lebih sehat jiwa dan jasadnya karena lebih dekat pada kebaikan:
1. Salurkan dengan banyak membaca.
Tentu membaca disini dengan cara mengeluarkan suara karena tuntutannya itu mengeluarkan kata, dan bagus bersama anak-anak membacakan kisah-kisah dan mengajarkan deskripsi benda.
2. Salurkan dengan bergaul bersama tetangga.
Jika bergaul dengan orang lain termasuk tetangga tentu Anda akan mengeluarkan kata. Saat menyapa dan mengucapkan salam, "say hallo" dan mengantarkan makanan kepada mereka Anda akan merasakan jiwa yang lapang karena telah mengurangi beban kata.
3. Salurkan dengan memberi nasehat.
Nasehat yang diungkapkan secara verbal lebih baik dan membuat orang lain senang, respon dan tanggapan lawan bicara menjadi sangat positif. Sebab akan tampak kejujuran dalam kata, tatapan mata yang ikhlas dan melalui sentuhan dapat melembutkan hati. Maka para perempuan hendaknya banyaklah mencari momen dapat memberikan nasehat baik secara formal mengisi seminar atau diskusi maupun secara person memberi konseling dan nasehat ringan.
4. Salurkan dengan membaca Al Qur'an.
Ini pilihan terberat, maksudnya pilihan penyaluran yang sangat dianjurkan untuk para bunda dan perempuan sebagai pendidik anak-anak di rumah. Satu huruf yang dibaca bisa mendatangkan pahala dan ampunan dari Allah Swt. Lisan akan lebih fasih dalam bicara ketika sering diajak membacakan Al Qur'an, karena semua vokal yang sulit dan jarang diucapkan dalam makharijul hurufnya ada semua dalam Al Qur'an. Oleh karenanya sebaik-baik bicara dan saluran kata perempuan dalam sehari adalah membaca Al Qur'an.
Wahai para bunda dan istri, sejukkan hati kita dengan menuntun lidah kita pada haknya yakni mengucapkan yang hak, hal yang benar dan mengundang kebaikan dari Allah Swt. Sebab jika lidah sering mengucapkan yang bukan haknya dan lebih dekat pada dosa dan sia-sia maka akan hati akan menjadi keras dan sakit.
Jadi, sehatkan jiwa dengan berkata yang baik.
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diam" Mutafaqqun Alaih.
Hadits ini tidak berarti Anda selalu diam ketika tak bisa berkata-kata baik, tetapi dalam konteks ini Anda harus bicara dan berkata dengan cara empat hal di atas agar 20.000 kata perhari menyehatkan jiwamu.
Tinggalkan cerewet sia-sia..
wallahualam
Kepada para perempuan, pernahkah dalam sehari engkau selalu uring-uringan..?? katanya tidak jelas apa sebabnya..
Lihat anak mau marah, suami pulang kena marah, tetangga lewat marah, suami nyuruh istighfar marah..
Sampai kalau sudah selesai PR alias Pekerjaan Rumah anekdotnya, "pekerjaan rumah udah selesai..trus mau mgomelin apa lagi ya..?"
Numpang teorinya para pakar peneliti sifat perempuan, konon perempuan dalam sehari harus mengeluarkan 20.000 kata perhari, berbeda dengan laki-laki hanya 7.000 kata saja dalam sehari. Didalam kandungan otak jenis kelamin perempuan banyak mengandung protein yang disebut "protein berbahasa", maka dari itu berbekal "kecerewetan" perempuan menjadi pendidik bahasa yang sangat baik untuk anak-anaknya dibandingkan laki-laki.
Saat perempuan melunasi cicilan katanya hingga 20.000 sehari maka secara batiniah telah tersalurkan dengan lapang jiwa dan raganya, lebih ringan dan terkendali. Nah, tetapi bagaimanakah cara menyalurkan kata sebanyak itu sehingga menjadi benar-benar sehat dan mengundang kebaikan dan berkah..??
Jangan sampai salah saluran, akhirnya anak-anak jadi sasaran peluru kata, suami dan kerabat jadi pelarian "ngomel", menggosip teman dan suka sewot, tentu ini tidak tepat bahkan menjadi pemicu keretakan hubungan.
Berikut beberapa cara menyalurkan kata dalam sehari agar para perempuan, ibu dan istri lebih sehat jiwa dan jasadnya karena lebih dekat pada kebaikan:
1. Salurkan dengan banyak membaca.
Tentu membaca disini dengan cara mengeluarkan suara karena tuntutannya itu mengeluarkan kata, dan bagus bersama anak-anak membacakan kisah-kisah dan mengajarkan deskripsi benda.
2. Salurkan dengan bergaul bersama tetangga.
Jika bergaul dengan orang lain termasuk tetangga tentu Anda akan mengeluarkan kata. Saat menyapa dan mengucapkan salam, "say hallo" dan mengantarkan makanan kepada mereka Anda akan merasakan jiwa yang lapang karena telah mengurangi beban kata.
3. Salurkan dengan memberi nasehat.
Nasehat yang diungkapkan secara verbal lebih baik dan membuat orang lain senang, respon dan tanggapan lawan bicara menjadi sangat positif. Sebab akan tampak kejujuran dalam kata, tatapan mata yang ikhlas dan melalui sentuhan dapat melembutkan hati. Maka para perempuan hendaknya banyaklah mencari momen dapat memberikan nasehat baik secara formal mengisi seminar atau diskusi maupun secara person memberi konseling dan nasehat ringan.
4. Salurkan dengan membaca Al Qur'an.
Ini pilihan terberat, maksudnya pilihan penyaluran yang sangat dianjurkan untuk para bunda dan perempuan sebagai pendidik anak-anak di rumah. Satu huruf yang dibaca bisa mendatangkan pahala dan ampunan dari Allah Swt. Lisan akan lebih fasih dalam bicara ketika sering diajak membacakan Al Qur'an, karena semua vokal yang sulit dan jarang diucapkan dalam makharijul hurufnya ada semua dalam Al Qur'an. Oleh karenanya sebaik-baik bicara dan saluran kata perempuan dalam sehari adalah membaca Al Qur'an.
Wahai para bunda dan istri, sejukkan hati kita dengan menuntun lidah kita pada haknya yakni mengucapkan yang hak, hal yang benar dan mengundang kebaikan dari Allah Swt. Sebab jika lidah sering mengucapkan yang bukan haknya dan lebih dekat pada dosa dan sia-sia maka akan hati akan menjadi keras dan sakit.
Jadi, sehatkan jiwa dengan berkata yang baik.
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diam" Mutafaqqun Alaih.
Hadits ini tidak berarti Anda selalu diam ketika tak bisa berkata-kata baik, tetapi dalam konteks ini Anda harus bicara dan berkata dengan cara empat hal di atas agar 20.000 kata perhari menyehatkan jiwamu.
Tinggalkan cerewet sia-sia..
wallahualam
MENGASUH DENGAN SAYAP PATAH
By : ust. Bendri Jaisyurrahman
Mengasuh dengan sayap patah lebih ke arah sosok ibu yang mengasuh anaknya tanpa kehadiran suami, seperti bunda Hana yang mampu menjalankan perannya walaupun suaminya telah meninggal dunia (keluarga Imron). Suami mendapat ganjaran pahala ketika memilih pasangan yang tepat, ketika suami ada di luar, istri mengasuh anaknya. Wanita tidak populer dalam hasanah sejarah tapi bukti kesuksesannya ditampilkan oleh suami atau anaknya.
Sesungguhnya Allah memilih Adam, Nuh, Ibrahim dan keluarga Imron sebagai contoh untuk kita.
3 Jenis Single Parent :
🌺 Terpisah kematian. Seorang wanita akan bersama suaminya yang terakhir. Wanita tidak ingin menikah lagi karena suaminya yg dulu seorang yg baik inilah alasan wanita bertahan dg status jandanya. Wanita rela bertahan karena ingin bertemu dg suaminya di akhirat
🌺Terpisah Hubungan Nikah. Dalam Islam suami tetap memberikan nafkah karena istri berkontribusi dalam mendidik anak-anaknya. Bila kita cari dalam kitab Islam. Single parent dalam Islam jarang.
🌺Terpisah Waktu yang Lama
Single parent menanggung beban seorang diri. Kisah nabi Ibrahim dan Hajar. Ibrahim hanya datang tiga kali. Pertama kali ketika akan menyembelih Ismail. Kedua ketika Ismail menikah. Ibrahim membangun ka'bah.
Ummahat terdahulu berpisah dg suaminya yg lama. Karena suaminya seorang mujahid pernah pulang 30 th sekali (Faruq).
Di zaman now sedikit karena skg sudah ada teknologi yang membantu.
Kebutuhan Anak
🏀 Cinta dan Perhatian. Jangan sibuk mengenang hubungan dengan mantan, anak butuh cinta dan perhatian. Ibu yg suaminya meninggal, banyak menangis lalu anaknya tidak dihiraukan.
🏀 Materi (nafkah) diambil alih oleh ibu atau ayahnya (bila masih hidup). Kebutuhan dasar harus dipenuhi
🏀 Stimulasi fisik dan akal. Akal harus distimulan supaya pribadi yg berpikir.
Single parent harus memikirkan cinta dan perhatian. Untuk pembahasan materi ini Islam memikirkan masalah single parent dengan membe ntuk amil zakat. Ibu berpikir untuk mengasuh karena sudah ada amil zakat.
Bila sistem ini berjalan tidak ada single parent yang galau.
🌷1. Sadari Tak ada super parent
🎀 mengakui kelemahan diri bukan melemah lemahkan diri. Pengasuhan bermula dari positive thinking. Bagaimana konsep pengasuhan anak bahagia bersama kita.
🎀 anak belajar BUKAN untuk sempurna tapi memperbaiki diri setiap saat - bersikap jujur terhadap anak.
🎀 menghitung kelemahan dan kekuatan. Meminta bantuan kepada kerabat terdekat. Bahwa untuk mendidik anakny, Imron menyiapkan diri untuk pengasuhan anaknya agar kelak menjadi anak salih. Dipilihnya nabi Zakaria, test yang unik dengan menulis suhuf2 dari kitab terdahulu dari nabi sebelumnya. Pulpennya dilemparkan ke sungai. Siapa yg pulpennya hanyut tidak berhak mengasuh anaknya. Siapa yg pulpennya timbul dan melawan arus dialah yg berhak mengasuh.
Berbeda dengan zaman now, banyak ortu yang punya anak perempuan mengikuti "arus" dalam pengasuhan.
Ali Imron ayat 37. Caranya wanita mendapat rizki dengan 3 cara (sampai Zakaria bertanya dari mana semua ini Maryam?):
1. Menjaga kesucian wanita. Maryam, wanita yg tidak pernah disentuh oleh lelaki manapun
2. Sering aktif dalam terlibat aktivitas masjid. Maryam adalah marbot masjid. Tinggal di mihrab. Maryam meyakini bila dia melayani Allah, rumah Allah dibersihkan dan dirawat maka Allah langsung yg gaji.
3. Memperbanyak ruku dan sujud
Hana mendapat bantuan pengasuhan dari sosok nabi Zakaria.
🌷2. Merawat diri
🏜senantisa beremosi dan berpikiran positif. Jika emosi negatif akan seperti tempat sampah dan membuat anak tidak nyaman dengan anaknya. Anak tidak nyaman karena ibunya marah2 terus. Kebutuhan dasar ini penuhi dulu. Super parent itu tidak ada jadi libatkan banyak orang seperti kakek dari si anak, paman. Ketika ayahnya meninggal, fungsi keluarga menggantikan peran ayahnya, kakeknya mengambil pengasuhan
Marah dalam Islam, manajemen merawat diri adalah dg menjaga wudhu. Emosinya lebih tenang. Bila marah perkecil pergerakan dengan menelungkupkan diri, bila lagi berdiri sunnahnya duduk. Bila membesarkan badannya maka akan semakin marah.
Ketika sedih tidak diperbolehkan mengecilkan gerakan. Hirup nafas dengan memohon pertolongan Allah dengan sujud, salat. Memperbesar diri dengan bertakbir. Orang secara spontan gerakannya besar. Bila sedih bentangkanlah tangan, hirup nafas pelan.
🌷3. Memberikan Kebutuhan Cinta
🌐Pesepsi cinta Ayah dan Bunda. Tidak boleh menjelekkan ayah. Sampaikanlah kebaikan sang ayah kepada ana supata tidak menebar kebencian. Perpisahan ini tidak membuat status anak berubah. Jaga lisan kita
🌐Tidak ada mantan ayah dan ibu
Kebencian anak kepada ayahnya karena pengasuhan kita yg disertakan kebencian kepada anak. Jangan sampai anak dihisab karena durhaka kepada ayahnya. Tidak boleh menceritakan keburukan ayahnya.
🌐Hindari curcol mengenai mantan
🌐Mengajarkan hormat kepada mantan pasangan
Bahaya bila ibu mengajarkan kebencian kepada ayahnya. Tidak ada pernikahan bila walinya (ayah kandungnya) tidak mau menjadi walinya karena hubungan anak dan ayahnya tidak baik.
🌐Tidak membebani anak. Anak butuh zona aman dan nyaman
🌷4. Berikan Waktu Yang Cukup
🏵Memberikan kesan yang baik saat bertemu
🏵Tidak terburu-buru. Posisi anak wanita menjadi istimewa ketika diajak ngobrol sambil berhadap hadapan dan duduk. Sunnahnya ketika mengobrol dengan anak posisinya sejajar.
🏵Nikmati setiap pertemuan bersama anak. Jangan berpikir yang lain. Fokus
🏵jauhkan penghalang (gadget dan lapi)memorable moment sampai berapa th akan ingat.
🌷5. Berikan Stimulan yang Tepat
💮Meminta pihak lain yg layak. Keluarga dekat jangan orang lain untuk menghindari fitnah
💮Belajar dari ibunda Maryam dan ibunda Rasulullah
💮Evaluasi dan mentoring yg menolong si ibu.
🌷6. Buka Jaringan
🌻Saling menguatkan dengan sesama single parent
🌻Referensi sekolah dan pesantren yg layak.
Nabi Muhammad di "pesantrenkan" usia 0-5 th karena kota Mekkah rusak, bahasanya rusak, di kampung belajar bahasa dan adab dari sosok ibu yang menyusuinya
🌻Fokus ke anak bukan untuk kesenangan ortu. Orangtua adalah wasilah ketika mencari pesantren atau sekolah harus sesuai dengan kebutuhan anak sehingga tujuannya tercapai.
🌷7. Doa sungguh-sungguh
🌺Jangan sepelekan doa. Doa itu engkau memikirkan Allah, doa memiliki efek jangka panjang seperti nabi Ibrahim, bila tidak dikabulkan hari ini maka Allah bisa kabulkan di kemudian hari. Harapan saja tanpa doa tidak mungkin.
Ketika Hana waktu hamil pernah berdoa meminta bayi yang dikandungnya menjadi seorang nabi. Namun ketika lahir ternyata seorang wanita. QS. ALI Imron ayat 5 muharrorok (pembebas/juru selamat) Hana punya harapan anaknya menjadi juru selamat. Tapi yg lahir Maryam. Tapi cucunya Hana menjadi nabi.
🌺Doa punya manfaat jangka panjang
🌺Mengetuk pintu langit agar menjaga anak saat terpisah
🌺Belajar dari Ibrahim
- catatan miya -
15 Reaksi Buruk terhadap Perilaku Negatif Anak
1) Bentakan
Bentakan dapat merusak bahasa komunikasi dan sikap saling memahami antara dua pihak yang bersangkutan. Bentakan juga bisa membuat seorang anak bingung; antara takut dan ingin membela diri. Bentakan hanya akan membuat sang anak reaktif demi melindunginya dari aksi yang tidak disangka-sangkanya. Dia kehilangan nalar introspeksi perilakunya. Dampak negatifnya lebih banyak daripada sebuah pukulan yang bisa menyebabkan trauma sepanjang hidupnya. Meskipun ia sudah besar, setiap suara besar akan membangkitkan kembali perasaan-perasaan negatif yang pernah dirasakannya ketika masih kecil. (Buku Smart Parenting "30 Strategi Mendidik Anak, Dr. Musthafa Abu Sa'ad hal. 17 )
FITRAH SEKSUALITAS
By: Elly Risman Musa
Punya suami yang kasar? Kaku? Garing dan susah memahami perasaan istrinya? Tidak mesra dgn anak? Coba tanyakan, beliau pasti tak dekat dengan ibunya ketika masa anak sebelum aqilbaligh.
Punya suami yang "sangat tergantung" pada istrinya? Bingung membuat visi misi keluarga bahkan galau menjadi ayah? Coba tanyakan, beliau pasti tak dekat dengan ayahnya ketika masa anak.
Kok sebegitunya?
Ya! karena figur ayah dan ibu harus ada sepanjang masa mendidik anak anak sejak lahir sampai aqilbaligh, tentu agar fitrah seksualitas anak tumbuh indah paripurna.
Pendidikan fitrah seksualitas berbeda dengan pendidikan seks. Pendidikan fitrah seksualitas dimulai sejak bayi lahir.
Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.
Menumbuhkan Fitrah ini banyak tergantung pada kehadiran dan kedekatan pada Ayah dan Ibu.
Riset banyak membuktikan bahwa anak anak yang tercerabut dari orangtuanya pada usia dini baik karena perang, bencana alam, perceraian, dll akan banyak mengalami gangguan kejiwaan, sejak perasaan terasing (anxiety), perasaan kehilangan kelekatan atau attachment, sampai kepada depresi. Kelak ketika dewasa memiliki masalah sosial dan seksualitas seperti homoseksual, membenci perempuan, curiga pada hubungan dekat dsbnya.
Jadi dalam mendidik fitrah seksualitas, figur ayah ibu senantiasa harus hadir sejak lahir sampai AqilBaligh. Sedangkan dalam proses pendidikan berbasis fitrah, mendidik fitrah seksualitas ini memerlukan kedekatan yang berbeda beda untuk tiap tahap.
Usia 0-2 tahun, anak lelaki dan perempuan didekatkan pada ibunya karena ada menyusui, di usia 3 - 6 tahun anak lelaki dan anak perempuan harus dekat dengan ayah ibunya agar memiliki keseimbangan emosional dan rasional apalagi anak sudah harus memastikan identitas seksualitasnya sejak usia 3 tahun.
Kedekatan paralel ini membuat anak secara imaji mampu membedakan sosok lelaki dan perempuan, sehingga mereka secara alamiah paham menempatkan dirinya sesuai seksualitasnya, baik cara bicara, cara berpakaian maupun cara merasa, berfikir dan bertindak sebagai lelaki atau sebagai perempuan dengan jelas. Ego sentris mereka harus bertemu dengan identitas fitrah seksualitasnya, sehingga anak di usia 3 tahun dengan jelas mengatakan "saya perempuan" atau "saya lelaki"
Bila anak masih belum atau tidak jelas menyatakan identitas gender di usia ini (umumnya karena ketiadaan peran ayah ibu dalam mendidik) maka potensi awal homo seksual dan penyimpangan seksualitas lainnya sudah dimulai.
Ketika usia 7 - 10 tahun, anak lelaki lebih didekatkan kepada ayah, karena di usia ini ego sentrisnya mereda bergeser ke sosio sentris, mereka sudah punya tanggungjawab moral, kemudian di saat yang sama ada perintah Sholat.
Maka bagi para ayah, tuntun anak untuk memahami peran sosialnya, diantaranya adalah sholat berjamaah, berkomunikasi secara terbuka, bermain dan bercengkrama akrab dengan ayah sebagai aspek pembelajaran untuk bersikap dan bersosial kelak, serta menghayati peran kelelakian dan peran keayahan di pentas sosial lainnya.
Wahai para Ayah, jadikanlah lisan anda sakti dalam narasi kepemimpinan dan cinta, jadikanlah tangan anda sakti dalam urusan kelelakian dan keayahan. Ayah harus jadi lelaki pertama yang dikenang anak anak lelakinya dalam peran seksualitas kelelakiannya. Ayah pula yang menjelaskan pada anak lelakinya tatacara mandi wajib dan konsekuensi memiliki sperma bagi seorang lelaki.
Begitupula anak perempuan didekatkan ke ibunya agar peran keperempuanan dan peran keibuannya bangkit. Maka wahai para ibu jadikanlah tangan anda sakti dalam merawat dan melayani, lalu jadikanlah kaki anda sakti dalam urusan keperempuanan dan keibuan.
Ibu harus jadi wanita pertama hebat yang dikenang anak anak perempuannya dalam peran seksualitas keperempuanannya. Ibu pula orang pertama yang harus menjelaskan makna konsekuensi adanya rahim dan telur yang siap dibuahi bagi anak perempuan.
Jika sosok ayah ibu tidak hadir pada tahap ini, maka inilah pertanda potensi homoseksual dan kerentanan penyimpangan seksual semakin menguat.
Lalu bagaimana dengan tahap selanjutnya, usia 10 - 14? Nah inilah tahap kritikal, usia dimana puncak fitrah seksualitas dimulai serius menuju peran untuk kedewasaan dan pernikahan.
Di tahap ini secara biologis, peran reproduksi dimunculkan oleh Allah SWT secara alamiah, anak lelaki mengalami mimpi basah dan anak perempuan mengalami menstruasi pada tahap ini. Secara syahwati, mereka sudah tertarik dengan lawan jenis.
Maka agama yang lurus menganjurkan pemisahan kamar lelaki dan perempuan, serta memberikan warning keras apabila masih tidak mengenal Tuhan secara mendalam pada usia 10 tahun seperti meninggalkan sholat. Ini semua karena inilah masa terberat dalam kehidupan anak, yaitu masa transisi anak menuju kedewasaan termasuk menuju peran lelaki dewasa dan keayahan bagi anak lelaki, dan peran perempuan dewasa dan keibuan bagi anak perempuan.
Maka dalam pendidikan fitrah seksualitas, di tahap usia 10-14 tahun, anak lelaki didekatkan ke ibu, dan anak perempuan didekatkan ke ayah. Apa maknanya?
Anak lelaki didekatkan ke ibu agar seorang lelaki yang di masa balighnya sudah mengenal ketertarikan pada lawan jenis, maka di saat yang sama harus memahami secara empati langsung dari sosok wanita terdekatnya, yaitu ibunya, bagaimana lawan jenisnya harus diperhatikan, dipahami dan diperlakukan dari kacamata perempuan bukan kacamata lelaki. Bagi anak lelaki, ibunya harus menjadi sosok wanita ideal pertama baginya sekaligus tempat curhat baginya.
Anak lelaki yang tidak dekat dengan ibunya di tahap ini, tidak akan pernah memahami bagaimana memahami perasaan, fikiran dan pensikapan perempuan dan kelak juga istrinya. Tanpa ini, anak lelaki akan menjadi lelaki yg tdk dewasa, atau suami yang kasar, egois dsbnya.
Pada tahap ini, anak perempuan didekatkan ke ayah agar seorang perempuan yang di masa balighnya sudah mengenal ketertarikan pada lawan jenis, maka disaat yang sama harus memahami secara empati langsung dari sosok lelaki terdekatnya, yaitu ayahnya, bagaimana lelaki harus diperhatikan, dipahami dan diperlakukan dari kacamata lelaki bukan kacamata perempuan. Bagi anak perempuan, ayahnya harus menjadi sosok lelaki ideal pertama baginya sekaligus tempat curhat baginya.
Anak perempuan yang tidak dekat ayahnya di tahap ini, kelak berpeluang besar menyerahkan tubuh dan kehormatannya pada lelaki yang dianggap dapat menggantikan sosok ayahnya yang hilang dimasa sebelumnya.
Semoga kita dapat merenungi mendalam dan menerapkannya dalam pendidikan fitrah seksualitas anak anak kita, agar anak anak lelaki kita tumbuh menjadi lelaki dan ayah sejati, dan agar anak anak perempuan kita tumbuh menjadi perempuan dan ibu sejati.
Agar para propagandis homo seksualitas tidak lebih pandai menyimpangkan fitrah seksualitas anak anak kita daripada kepandaian kita menumbuhkan fitrah seksualitas anak anak kita. Agar ahli kebathilan gigit jari berputus asa, karena kita lebih ahli dan berdaya mendidik fitrah anak anak kita.
Salam Pendidikan Peradaban
#pendidikanberbasisfitrah dan akhlak
Kamis, 19 April 2018
Kesedihan Umar
Setelah perang badar,beberapa wanita menjadi janda karena suaminya gugur..
Rosulullah SAW berusaha meringankan beban janda para syuhada dengan memberikan harta rampasan perang dan bagi yang masih muda Rosulullah berusaha menikahkan mereka dengan para sahabat..
Hafshah adalah putri Umar bin khattab,dia ditinggal suaminya yang telah syahid,Umar tentu sangat sedih memikirkan putrinya tersebut..
Maka Umar pun menemui beberapa sahabat diantaranya adalah Ustman bin affan dan Abu bakar,untuk menawarkan barangkali mereka mau menikahi putrinya..
Namun kedua sahabat menolak dengan halus permintaan Umar bin khattab..
Lalu Umar mengadukan nasib Hafshah dan penolakan kedua sahabat tersebut kepada Rosulullah SAW..
Rosulullah SAW tersenyum menghibur dan berkata "Hafshah akan menikah dengan orang yang lebih baik daripada Ustman dan Abu bakar"
Umar pun bertanya tanya kira kira siapa ya yang lebih baik dari Ustman dan Abubakar?
Temen temen ada yang tau?
Yuk share jawabannya di koment yaa?😉😉
-umi dari grup shiroh dan patenting -
Rosulullah SAW berusaha meringankan beban janda para syuhada dengan memberikan harta rampasan perang dan bagi yang masih muda Rosulullah berusaha menikahkan mereka dengan para sahabat..
Hafshah adalah putri Umar bin khattab,dia ditinggal suaminya yang telah syahid,Umar tentu sangat sedih memikirkan putrinya tersebut..
Maka Umar pun menemui beberapa sahabat diantaranya adalah Ustman bin affan dan Abu bakar,untuk menawarkan barangkali mereka mau menikahi putrinya..
Namun kedua sahabat menolak dengan halus permintaan Umar bin khattab..
Lalu Umar mengadukan nasib Hafshah dan penolakan kedua sahabat tersebut kepada Rosulullah SAW..
Rosulullah SAW tersenyum menghibur dan berkata "Hafshah akan menikah dengan orang yang lebih baik daripada Ustman dan Abu bakar"
Umar pun bertanya tanya kira kira siapa ya yang lebih baik dari Ustman dan Abubakar?
Temen temen ada yang tau?
Yuk share jawabannya di koment yaa?😉😉
-umi dari grup shiroh dan patenting -
Selasa, 17 April 2018
SUAMI ISTRI, JEMPUTLAH CAHAYA ITU..!
Seorang istri saat berselisih dengan suami acapkali hadir dengan kalimat yang hampir sama:
"Saya nggak kuat lagi bersama suami saya, saya ingin mengakhiri saja sampai di sini.."
Tapi tidak pada suami, perkataan yang sering adalah:
"Saya berkali-kali menasehatkan istri saya, tapi dia tak pernah mendengar dan mengulanginya terus apa yang tidak saya suka.."
Bagaimana dengan Anda, pasangan suami istri sudah berapa tahun menikah..jika menghadapi konflik kalimat apa yang sering diucapkan ketika curhat..??
Tak ada gading yang tak retak, tak ada pasangan suami istri yang tak pernah konflik karena perbedaan. Semua pernah mengalami, tapi yang membedakan adalah kadar konflik sehingga itu bisa disebut masalah dan cara menyikapi masalah itu sendiri. Jangan-jangan hanya masalah mencet odol gigi itu Anda katakan konflik, satu dari ujung satu lagi dari tengah. Cara mengatasinya mungkin sederhana dengan "damai" atau mengajak pergi makan di luar, atau malah makin melebar melibatkan pihak luar dan salah tempat curhat. Intinya, apapun motivnya konflik itu ciri rumah tangga yang sehat mereka akan saling menguatkan di balik itu dan akan ada naungan kasih sayang Allah bersama keduanya.
Wahai suami istri, mari kita pahami ketika badai itu datang jangan sampai kepanikan itu membuat kita salah pegangan yang akhirnya mencelakakan diri sendiri. Jika ujian itu datang, dekatkan diri dengan Al Qur'an. Adakah nasehat sebaik Al Qur'an?? Berlarilah mengejar Allah, karena Dia yang memberi kita pendamping hidup siapapun dia. Mengapa kita tak merawatnya dengan cinta?? Bukankah kita ingin bersamanya sampai di surga?? Yakinlah di dunia konflik ini hanya sementara saja, bersabarlah sebentar. Jika Anda tidak sabar dan ingin jalan pintas mudah saja cukup dengan satu kalimat. Tapi apakah Anda telah berprestasi di hadapan Allah..?? Adakah hasil yang baik jika kita tak mau bersusah payah dan ingin cepat berakhir..??
Allah Swt memberikan tambahan sakinah dan mawaddah bagi keluarga yang berhasil melalui badai dengan prestasi gemilang yakni makin kokoh imannya dan makin dekat dengan-Nya. Sebab selama ia diuji tak lepas lisannya berdzikir dan istighfar, tak lepas Al Qur'an dari genggamannya dan hatinya semakin bersih.
Bukan sebaliknya, bila ada masalah dengan pasangan update status di medsos, curhat dengan teman kerja atau ngomel sama temagga jadi sasaran. Hati jadi keras, lisan tak terkontrol dan harga diri jadi jatuh bebas meluncur karena tidak ada pegangan.
Siapa saja pasangan yang sedang diuji dengan gelombng rumah tangga, mari jemput bersama cahaya prestasi di hadapan Allah. Mari keluar dari ruang pengap dan gelap menuju cayaha kasih sayang Allah Swt. Pegang erat tangan pasangan Anda, ingatkan dan bantu dia menuju lorong terang itu meskipun susah itulah perjuangan yang akan Allah nilai ibadah dan mujahadah. Setiap tetesan mujahadah ada limpahan pahala, bulir air mata i'tiraf (pengakuan) Anda di hadapan Allah Swt menjadi saksi amal kita.
Wallahua'lam
Oleh setyati dari grup shiroh dan parenting
"Saya nggak kuat lagi bersama suami saya, saya ingin mengakhiri saja sampai di sini.."
Tapi tidak pada suami, perkataan yang sering adalah:
"Saya berkali-kali menasehatkan istri saya, tapi dia tak pernah mendengar dan mengulanginya terus apa yang tidak saya suka.."
Bagaimana dengan Anda, pasangan suami istri sudah berapa tahun menikah..jika menghadapi konflik kalimat apa yang sering diucapkan ketika curhat..??
Tak ada gading yang tak retak, tak ada pasangan suami istri yang tak pernah konflik karena perbedaan. Semua pernah mengalami, tapi yang membedakan adalah kadar konflik sehingga itu bisa disebut masalah dan cara menyikapi masalah itu sendiri. Jangan-jangan hanya masalah mencet odol gigi itu Anda katakan konflik, satu dari ujung satu lagi dari tengah. Cara mengatasinya mungkin sederhana dengan "damai" atau mengajak pergi makan di luar, atau malah makin melebar melibatkan pihak luar dan salah tempat curhat. Intinya, apapun motivnya konflik itu ciri rumah tangga yang sehat mereka akan saling menguatkan di balik itu dan akan ada naungan kasih sayang Allah bersama keduanya.
Wahai suami istri, mari kita pahami ketika badai itu datang jangan sampai kepanikan itu membuat kita salah pegangan yang akhirnya mencelakakan diri sendiri. Jika ujian itu datang, dekatkan diri dengan Al Qur'an. Adakah nasehat sebaik Al Qur'an?? Berlarilah mengejar Allah, karena Dia yang memberi kita pendamping hidup siapapun dia. Mengapa kita tak merawatnya dengan cinta?? Bukankah kita ingin bersamanya sampai di surga?? Yakinlah di dunia konflik ini hanya sementara saja, bersabarlah sebentar. Jika Anda tidak sabar dan ingin jalan pintas mudah saja cukup dengan satu kalimat. Tapi apakah Anda telah berprestasi di hadapan Allah..?? Adakah hasil yang baik jika kita tak mau bersusah payah dan ingin cepat berakhir..??
Allah Swt memberikan tambahan sakinah dan mawaddah bagi keluarga yang berhasil melalui badai dengan prestasi gemilang yakni makin kokoh imannya dan makin dekat dengan-Nya. Sebab selama ia diuji tak lepas lisannya berdzikir dan istighfar, tak lepas Al Qur'an dari genggamannya dan hatinya semakin bersih.
Bukan sebaliknya, bila ada masalah dengan pasangan update status di medsos, curhat dengan teman kerja atau ngomel sama temagga jadi sasaran. Hati jadi keras, lisan tak terkontrol dan harga diri jadi jatuh bebas meluncur karena tidak ada pegangan.
Siapa saja pasangan yang sedang diuji dengan gelombng rumah tangga, mari jemput bersama cahaya prestasi di hadapan Allah. Mari keluar dari ruang pengap dan gelap menuju cayaha kasih sayang Allah Swt. Pegang erat tangan pasangan Anda, ingatkan dan bantu dia menuju lorong terang itu meskipun susah itulah perjuangan yang akan Allah nilai ibadah dan mujahadah. Setiap tetesan mujahadah ada limpahan pahala, bulir air mata i'tiraf (pengakuan) Anda di hadapan Allah Swt menjadi saksi amal kita.
Wallahua'lam
Oleh setyati dari grup shiroh dan parenting
Senin, 16 April 2018
Tanya jawab parenting seputar shalat 2
Pertanyaan :
Mbak, ini ttg putra sulung saya
Kl diminta shalat, dijawab iya
Tp sy hrs srg ngingatkan ya nya itu
Kl ga, lbh srg tdk dikerjakan
Putra sulung saya, sdh mhs smtr 2 diugm.
Bgmn ya mbak, utk memotivasi dia agar ya nya itu bnr dilakukan?
Tksh mbak
Jawaban :
❤Anak mba sudah baligh, tapi ternyata belum aqil ya.
Ini masalah umat, memang.
Itu tandanya anak mba fitrah imannya kurang tersemai dengan baik. Fitrah iman dan fitrah belaajr itu optimalisasinya di usia 0-7 thn. Berarti di fase itu dahulu kemungkinan besar mba dan suami kurang menstimulasi fitrah itu.
Apalagi jika sudah baligh, ada fitrah peradaban yang mendorong anak untuk berperan sebagai pemimpin bagi diri sendiri, keluarga & umat.
Cara menghidupkan kedua fitrah di atas hanya dengan dua jalan:
*pamer kesolihan*, dan *berkisah inspiratif*.
Tugas utama ayah di rumah adalah menjadi *teladan aqidah* dan *teladan syariat agama* bagi anak. Sepertinya kedua tugas utama ini lalai dikerjakan oleh suami mba dahulu, dan mba juga ga ngeh.
Jadi, yang mba&suami bisa lakukan skrg adalah.
1. taubatan nasuha. Mohon ampun pada Allah karena lalai menjaga fitrah anak di usia dini. Orangtua yang bertobat akan dimudahkan menemukan jalan keluar dari segala permasalahannya.
2. Mohon pertolongan kepada Allah untuk bisa memperbaiki keadaan dan menyelamatkan aqidah anak.
3. Perbaiki waktu shalat wajib dan dawamkan shalat tahajud. Biasakan tilawah Alquran ketika waktu tahajud. Lantunkan doa agsr Allah bimbing anak mba untuk merasakan nikmatnya menjadi hamba Allah yang taat. Minta Allah beri lingkungan yang solih kepada anak.
4. Ketika anak ada di sisi, biasakan mba shalat wajib atau tahajud di sisi anak yng tertidur. Suaranya dikencangkan. Biasakan tilawah dg suara kencang di sisi anak.
Ini bagian dari pelaksanaan perintah Allah di surah Al Baqarah QS:151. Ortu diperintahkan untuk rutin *membacakan Alquran* dan *menyampaikan kisah2 imani (kitab Alquran dan sunnah)* ke keluarga.
Nanti Allah yang akan menyucikan jiwa pendengarnya dan mengajarkan ilmu yang sebelumnya ia tak tahu.
5. Sering2 ajak anak ngobrol santai. Momen ini bisa dipakai untuk 'curhat' ttg kisah2 imani yng mba tahu selama ini.
Bahas kondisi dia skrg. *Minta maaf ke anak* atas kesalahan mba dan suami krn gs membiasakan kebaikan iti ssjak kecil. *Ajak* anak untuk sama2 berusaha agar dia bisa kembali menjadi muslim taat yang tak meninggalkan shalat.
Yakin mba, Allah MahaMenolong
Anak adalah titipanNya. Jadi Allah akan memberikan petunjuk langsung ke dada anak, insyaAllah
Selamat mencoba. Semoga Allah mudahkan.
Allahu a'lam ✅
Dijawab oleh mbak iin savitry dari grup shiroh dan parenting
Mbak, ini ttg putra sulung saya
Kl diminta shalat, dijawab iya
Tp sy hrs srg ngingatkan ya nya itu
Kl ga, lbh srg tdk dikerjakan
Putra sulung saya, sdh mhs smtr 2 diugm.
Bgmn ya mbak, utk memotivasi dia agar ya nya itu bnr dilakukan?
Tksh mbak
Jawaban :
❤Anak mba sudah baligh, tapi ternyata belum aqil ya.
Ini masalah umat, memang.
Itu tandanya anak mba fitrah imannya kurang tersemai dengan baik. Fitrah iman dan fitrah belaajr itu optimalisasinya di usia 0-7 thn. Berarti di fase itu dahulu kemungkinan besar mba dan suami kurang menstimulasi fitrah itu.
Apalagi jika sudah baligh, ada fitrah peradaban yang mendorong anak untuk berperan sebagai pemimpin bagi diri sendiri, keluarga & umat.
Cara menghidupkan kedua fitrah di atas hanya dengan dua jalan:
*pamer kesolihan*, dan *berkisah inspiratif*.
Tugas utama ayah di rumah adalah menjadi *teladan aqidah* dan *teladan syariat agama* bagi anak. Sepertinya kedua tugas utama ini lalai dikerjakan oleh suami mba dahulu, dan mba juga ga ngeh.
Jadi, yang mba&suami bisa lakukan skrg adalah.
1. taubatan nasuha. Mohon ampun pada Allah karena lalai menjaga fitrah anak di usia dini. Orangtua yang bertobat akan dimudahkan menemukan jalan keluar dari segala permasalahannya.
2. Mohon pertolongan kepada Allah untuk bisa memperbaiki keadaan dan menyelamatkan aqidah anak.
3. Perbaiki waktu shalat wajib dan dawamkan shalat tahajud. Biasakan tilawah Alquran ketika waktu tahajud. Lantunkan doa agsr Allah bimbing anak mba untuk merasakan nikmatnya menjadi hamba Allah yang taat. Minta Allah beri lingkungan yang solih kepada anak.
4. Ketika anak ada di sisi, biasakan mba shalat wajib atau tahajud di sisi anak yng tertidur. Suaranya dikencangkan. Biasakan tilawah dg suara kencang di sisi anak.
Ini bagian dari pelaksanaan perintah Allah di surah Al Baqarah QS:151. Ortu diperintahkan untuk rutin *membacakan Alquran* dan *menyampaikan kisah2 imani (kitab Alquran dan sunnah)* ke keluarga.
Nanti Allah yang akan menyucikan jiwa pendengarnya dan mengajarkan ilmu yang sebelumnya ia tak tahu.
5. Sering2 ajak anak ngobrol santai. Momen ini bisa dipakai untuk 'curhat' ttg kisah2 imani yng mba tahu selama ini.
Bahas kondisi dia skrg. *Minta maaf ke anak* atas kesalahan mba dan suami krn gs membiasakan kebaikan iti ssjak kecil. *Ajak* anak untuk sama2 berusaha agar dia bisa kembali menjadi muslim taat yang tak meninggalkan shalat.
Yakin mba, Allah MahaMenolong
Anak adalah titipanNya. Jadi Allah akan memberikan petunjuk langsung ke dada anak, insyaAllah
Selamat mencoba. Semoga Allah mudahkan.
Allahu a'lam ✅
Dijawab oleh mbak iin savitry dari grup shiroh dan parenting
Tanya jawab parenting seputar puasa 2
Pertanyaan :
assalamualaikum mba, sy mw tax, mngajarkan shaum pd anak, baiknya dimulai dari umur brpa yah?? trus tahapannya itu langsung shaum full atw diajarkan shaum stengah hari? makasih
Jawaban :
❤ Pengalaman saya melatih anak2 shaum, dibagi berdasarkan adzan, mba
🔸Saya bagi level shaum menjadi 3 :
1 adzan : sampai adzan zhuhur. Level anak hebat.
2 adzan : sampai adzan ashar. Level anak kuat
3 adzan : sampai adzan magrib. Level anak LUARBIASA ISTIMEWA.
🔸Jadi sejak awal saya tekankan bahwa shaum itu latihan menahan makan. Karena makannya *sudah didahulukan waktu sahur*.
Berarti dia 'wajib sahur' agar kuat shaum.
🔸Setiap anak bisa melewati satu level, kita beri hadiah.
Tiap anak beda model apresiasi. Untuk Silmi, cukup saya beri ciuman pelukan khusus dan doa2 bertebaran.Lalu tantangan untuk naik level. Ia suka tantangan.
Untuk 'Ulya, dia minta baju muslimah. Saya suruh dia *berdoa ke Allah agar diberi hadiah*. Jika rezekinya, akan Allah beri entah dsri mana, bukan dari saya/ayahnya. Jika tidak rezeki, dis takkan dapat. Tapi Allah mengikuti prasangka hambaNya. Dia dilatih untuk sungguh2 berdoa. Dan Allah beri banyak pelajaran kepadanya melalui doa itu.
🔸Tapi saya tekankan, kalau dia BISA shaum penuh saja, itu sudah HADIAH dari Allah. Karena hanya anak hebat, kuat dan luar biasa istimewa yang akan diberi bikmat bisa shaum penuh. Itu tanda Allah sayang dia.
Intinya, saya sengaja menanamkan imaji bahwa bisa shaum itu keren.
🔸Lalu, kapan anak naik level? Ajak anak berdiskusi, kapan mau latihan naik level. Biarkan dia yang *menentukan* kapan dan bagaimana caranya. Kita arahkan tapi bust dia merasa ini adalah *perjuangan* dia. Jadi kita beri selamat jika dia berhasil mengerjakan rencana ya sendiri.
🔸Kapan anak bisa dilatih shaum?
Menurut dokter Agus Rahmadi dari Klinik Sehat, anak ssjak usia 2,5-3 tahun bisa mulai dilatih shaum. Anak kuat.
Saya membuktikan, Silmi latihan shaum ramadhan usia 2,5 tshun. Dia kuat shaum full selama 4 hari.
Usia 3,5 tahun Silmi sudah shaum full ramadhan selama 20 hari. 10 harinya setengah hari.
Usia 4 tahun Silmi sudah biasa shaum senin kamis dan shaum muharram. Usia 5 tahun dia melatih kekuatan tubuhnya, berlatih olahraga dalam keadaan shaum.
Ia pernah dan terbiasa berlatih lomba speed ketika menjadi atlit sepatu roda dalam keadaan shaum penuh.
Hingga sekarang kebiasaan shaum sunnah senin kamis sedang dia hidupkan lagi, dengan aktivitas yang padat hingga malam. Sementara ini dia berolahraga panahan, karate dan silat.
Kalau 'Ulya baru mau latihan shaum usia 4 tahun, 1-2 adzan.
Dia baru full shaum ramadhan di usia 5 tahun..Usia 7 tahun baru mau latihan shaum sunnah..Sekarang usia 10 thn dia sudah biasa shaum senin kamis juga.
Mengapa mereka mau latihan shaum? Karena mereka sudah membuktikan berkali-kali kalau shaum badan terasa lebih segar dan tak kelaparan/kehausan walau sedang berolahraga berat 😅
Selamat mencoba, mba.
allahu a'lam ✅
Dijawab oleh mbak iin savitry dari grup shiroh dan parenting
assalamualaikum mba, sy mw tax, mngajarkan shaum pd anak, baiknya dimulai dari umur brpa yah?? trus tahapannya itu langsung shaum full atw diajarkan shaum stengah hari? makasih
Jawaban :
❤ Pengalaman saya melatih anak2 shaum, dibagi berdasarkan adzan, mba
🔸Saya bagi level shaum menjadi 3 :
1 adzan : sampai adzan zhuhur. Level anak hebat.
2 adzan : sampai adzan ashar. Level anak kuat
3 adzan : sampai adzan magrib. Level anak LUARBIASA ISTIMEWA.
🔸Jadi sejak awal saya tekankan bahwa shaum itu latihan menahan makan. Karena makannya *sudah didahulukan waktu sahur*.
Berarti dia 'wajib sahur' agar kuat shaum.
🔸Setiap anak bisa melewati satu level, kita beri hadiah.
Tiap anak beda model apresiasi. Untuk Silmi, cukup saya beri ciuman pelukan khusus dan doa2 bertebaran.Lalu tantangan untuk naik level. Ia suka tantangan.
Untuk 'Ulya, dia minta baju muslimah. Saya suruh dia *berdoa ke Allah agar diberi hadiah*. Jika rezekinya, akan Allah beri entah dsri mana, bukan dari saya/ayahnya. Jika tidak rezeki, dis takkan dapat. Tapi Allah mengikuti prasangka hambaNya. Dia dilatih untuk sungguh2 berdoa. Dan Allah beri banyak pelajaran kepadanya melalui doa itu.
🔸Tapi saya tekankan, kalau dia BISA shaum penuh saja, itu sudah HADIAH dari Allah. Karena hanya anak hebat, kuat dan luar biasa istimewa yang akan diberi bikmat bisa shaum penuh. Itu tanda Allah sayang dia.
Intinya, saya sengaja menanamkan imaji bahwa bisa shaum itu keren.
🔸Lalu, kapan anak naik level? Ajak anak berdiskusi, kapan mau latihan naik level. Biarkan dia yang *menentukan* kapan dan bagaimana caranya. Kita arahkan tapi bust dia merasa ini adalah *perjuangan* dia. Jadi kita beri selamat jika dia berhasil mengerjakan rencana ya sendiri.
🔸Kapan anak bisa dilatih shaum?
Menurut dokter Agus Rahmadi dari Klinik Sehat, anak ssjak usia 2,5-3 tahun bisa mulai dilatih shaum. Anak kuat.
Saya membuktikan, Silmi latihan shaum ramadhan usia 2,5 tshun. Dia kuat shaum full selama 4 hari.
Usia 3,5 tahun Silmi sudah shaum full ramadhan selama 20 hari. 10 harinya setengah hari.
Usia 4 tahun Silmi sudah biasa shaum senin kamis dan shaum muharram. Usia 5 tahun dia melatih kekuatan tubuhnya, berlatih olahraga dalam keadaan shaum.
Ia pernah dan terbiasa berlatih lomba speed ketika menjadi atlit sepatu roda dalam keadaan shaum penuh.
Hingga sekarang kebiasaan shaum sunnah senin kamis sedang dia hidupkan lagi, dengan aktivitas yang padat hingga malam. Sementara ini dia berolahraga panahan, karate dan silat.
Kalau 'Ulya baru mau latihan shaum usia 4 tahun, 1-2 adzan.
Dia baru full shaum ramadhan di usia 5 tahun..Usia 7 tahun baru mau latihan shaum sunnah..Sekarang usia 10 thn dia sudah biasa shaum senin kamis juga.
Mengapa mereka mau latihan shaum? Karena mereka sudah membuktikan berkali-kali kalau shaum badan terasa lebih segar dan tak kelaparan/kehausan walau sedang berolahraga berat 😅
Selamat mencoba, mba.
allahu a'lam ✅
Dijawab oleh mbak iin savitry dari grup shiroh dan parenting
Tanya jawab parenting !
Pertanyaan :
Sya mau tnya ukhti. Sya punya anak 2, nah yg ke 2 ini emng agak lambat tuk bisa bicaranya, jadi syapun telat training toilet smpe hmpir usia 3 th. Nah sudah adalah skitar 2 atau 3 mingguan ini dh dilatih , kalo pipis sudah mulai bisa , nah tpi klo Pups blm bs , itu gmn caranya ya...
Jawaban :
❤ Toilet training terus lakukan mba...untuk pup memang normalnya anak baru di usia 4-5 tahun bisa mencebok sendiri.
Ini berhubungan dg pertumbuhannya. Jangkauan tangannya baru bisa menyentuh daerah anus dengan nyaman di usia sekitar 4 thn.
Jadi wajar kalau mba masih harus dampingi anak ketika pup ya.
🔸Ajarkan anak wudhu wajib ( buka surah Al Maidah QS 5 ayat 6 untuk beritahu tahapan2nya) sejak kecil. Biasakan anak berwudhu ketika keluar dari kamar mandi atau mau main.
Ini mengajarkan kebersihan dan bersuci.
🔸Jaga agar *kuku jemari kirinya* bersih dan pendek. Beritahu bahwa kuku tak boleh panjang dan kotor karena ada alasannya untuk beribadah. ( Jadi bukan sekedar mengajarkan kesehatan).
Ajarkan membersihkan anus menggunakan *jari tengah tangan kiri* . Ini bagian dari pengajaran fiqih thoharoh lho.
Arah menyiram air juga harus hati2. Bagi anak perempuan apalagi, perlu memberitahu tentang 3 lubang utama wanita. Kalau pria 2 lubang utama. Ini ada kajian khusus untuk mengajar anak praktek bersuci sejak usia dini.
🔸Anak terlambat bicara biasanya karena kurang stimulasi dari ortu. Jadi orangtua kurang meluangkan waktu untuk membacakan buku dan berbicara ke anak. Anak butuh mendengar banyak kosakata agar perbendaharaan katanya kaya.
_Speech delay_ bisa diatasi dengan dua cara mudah:
1. biasakan tilawah alquran dengan tartil dan suara kencang di depan anak. Ajar anak huruf hijaiyah. Ada banyak flash card huruf hijaiyah yang bisa dipakai. Pastikan anak *Mendengar dan Melihat* ibu/ayahnya yang mengucapkan huruf hijaiyah... BUKAN dari e-pen atau film kartun.
Keistimewaan mengajar bahasa Arab adalah mengasah area mulut anak agar fasih. Jadi anak cadel pun bisa dilatih memperbaiki kondisi fisiologisnya dengan diajarkan membaca alquran..Dimulai dengan bisa mengucapkan huruf hijaiyah dgn benar.
2. Biasakan membacakan buku ke anak, SETIAP HARI. Utamakan membacakan kisah di Alquran dan buku siroh nabi. Saya merekomendasikan para orangtua untuk rutin membacakan buku siroh *Muhammad Teladanku* terbitan Sygma sejak anak masih bayi. Buku siroh itu paling bagus bahasa Indonesianya, dan bahasa bertuturnya paling cocok digunakan oleh para orangtua untuk menstimulasi kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar ke anak. Ditambah lagi, isi pesan buku ini menumbuhkan fitrah iman ke anak. Anak akan mudah jatuh cinta ke Allah, rasulullaah, ajaran agama Islam, dengan rutin dibacakan buku ini, insyaAllah.
Selain itu, anak yang biasa dibacakan buku dengan kualitas bahasa yang baik, akan tumbuh menjadi anak dengan kemampuan berbahasa yang baik dan santun.
Banyak anak yang telah dibacakan buku ini telah membuktikan hal itu.
Untuk anak mba, rutinkan membaca board booknya yang berisi kalimat puitis yang mudah dicerna anak.
Allahu a'lam ✅
Dijawab oleh mbak iin savitry dari grup shiroh dan parenting
Sya mau tnya ukhti. Sya punya anak 2, nah yg ke 2 ini emng agak lambat tuk bisa bicaranya, jadi syapun telat training toilet smpe hmpir usia 3 th. Nah sudah adalah skitar 2 atau 3 mingguan ini dh dilatih , kalo pipis sudah mulai bisa , nah tpi klo Pups blm bs , itu gmn caranya ya...
Jawaban :
❤ Toilet training terus lakukan mba...untuk pup memang normalnya anak baru di usia 4-5 tahun bisa mencebok sendiri.
Ini berhubungan dg pertumbuhannya. Jangkauan tangannya baru bisa menyentuh daerah anus dengan nyaman di usia sekitar 4 thn.
Jadi wajar kalau mba masih harus dampingi anak ketika pup ya.
🔸Ajarkan anak wudhu wajib ( buka surah Al Maidah QS 5 ayat 6 untuk beritahu tahapan2nya) sejak kecil. Biasakan anak berwudhu ketika keluar dari kamar mandi atau mau main.
Ini mengajarkan kebersihan dan bersuci.
🔸Jaga agar *kuku jemari kirinya* bersih dan pendek. Beritahu bahwa kuku tak boleh panjang dan kotor karena ada alasannya untuk beribadah. ( Jadi bukan sekedar mengajarkan kesehatan).
Ajarkan membersihkan anus menggunakan *jari tengah tangan kiri* . Ini bagian dari pengajaran fiqih thoharoh lho.
Arah menyiram air juga harus hati2. Bagi anak perempuan apalagi, perlu memberitahu tentang 3 lubang utama wanita. Kalau pria 2 lubang utama. Ini ada kajian khusus untuk mengajar anak praktek bersuci sejak usia dini.
🔸Anak terlambat bicara biasanya karena kurang stimulasi dari ortu. Jadi orangtua kurang meluangkan waktu untuk membacakan buku dan berbicara ke anak. Anak butuh mendengar banyak kosakata agar perbendaharaan katanya kaya.
_Speech delay_ bisa diatasi dengan dua cara mudah:
1. biasakan tilawah alquran dengan tartil dan suara kencang di depan anak. Ajar anak huruf hijaiyah. Ada banyak flash card huruf hijaiyah yang bisa dipakai. Pastikan anak *Mendengar dan Melihat* ibu/ayahnya yang mengucapkan huruf hijaiyah... BUKAN dari e-pen atau film kartun.
Keistimewaan mengajar bahasa Arab adalah mengasah area mulut anak agar fasih. Jadi anak cadel pun bisa dilatih memperbaiki kondisi fisiologisnya dengan diajarkan membaca alquran..Dimulai dengan bisa mengucapkan huruf hijaiyah dgn benar.
2. Biasakan membacakan buku ke anak, SETIAP HARI. Utamakan membacakan kisah di Alquran dan buku siroh nabi. Saya merekomendasikan para orangtua untuk rutin membacakan buku siroh *Muhammad Teladanku* terbitan Sygma sejak anak masih bayi. Buku siroh itu paling bagus bahasa Indonesianya, dan bahasa bertuturnya paling cocok digunakan oleh para orangtua untuk menstimulasi kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar ke anak. Ditambah lagi, isi pesan buku ini menumbuhkan fitrah iman ke anak. Anak akan mudah jatuh cinta ke Allah, rasulullaah, ajaran agama Islam, dengan rutin dibacakan buku ini, insyaAllah.
Selain itu, anak yang biasa dibacakan buku dengan kualitas bahasa yang baik, akan tumbuh menjadi anak dengan kemampuan berbahasa yang baik dan santun.
Banyak anak yang telah dibacakan buku ini telah membuktikan hal itu.
Untuk anak mba, rutinkan membaca board booknya yang berisi kalimat puitis yang mudah dicerna anak.
Allahu a'lam ✅
Dijawab oleh mbak iin savitry dari grup shiroh dan parenting
Tanya jawab parenting seputar shalat shubuh
Pertanyaan :
Gimana caranya supaya anak disiplin menjalankan shalat 5 waktu. Ngk subuh aja.. Ssuai Di jadwalnya ? Jazakillah khairan ukht.
Jawaban :
❤ Ada tips cara asyik mengajak anak belajar shalat dg lebih santai dan enjoy. Panjang nih materinya:
*MENGAJARKAN ANAK SHOLAT*
Sebagai hasil renungan saya ketika mencari cara untuk bisa mengajarkan shalat secara bertahap, santai dan cukup menyenangkan bagi anak, saya membuat tahapan latihan shalat seperti ini :
*0-7 Tahun*
7 tahun ---- Shalat Subuh
8-9 tahun ---- + shalat magrib dan isya
9-10 tahun ---- + shalat zhuhur dan ashar
10 tahun ---- rutin shalat 5 waktu
Jika anak sudah cukup ajeg pembiasaan shalat 5 waktunya, ditambahkan *latihan shalat sunnah utama* .
Saya bagi 3 shalat sunnah yang perlu dilatih oleh anak berdasarkan *tingkat manfaat* :
1. *Shalat rawatib*--- fungsinya untuk menutupi kekurangan dalam pelaksanaan shalat wajib
2. *Shalat tahajud*--- fungsinya untuk menguatkan jiwa anak dan tahan banting dalam menjalani perannya sebagai khalifatullaah fil al 'ardh
3. *Shalat Dhuha* ---- fungsinya untuk memperkuat ghirah anak menjalani peran keqowwamannya di keluarga besar dan lingkungan.
Untuk tahapannya, karena jumlah shalat rawatib sunnah muakad cukup banyak dan akan sangat berat (secara fisik dan batin) dilaksanakan oleh anak, maka saya buat target-target:
*a. 10 tahun* ---- rutinkan shalat sunnah qobla Subuh dan shalat tahajud minimal 2 rakaat dengan membaca surah hafalannya sendiri atau langsung memegang mushaf Alquran
*b. 11- 12 tahun* --- setiap 6 bulan tambahkan shalat sunnah ba'da zhuhur/ba'da magrib/ba'da isya sesuai kesepakatan anak + tahajud diperpanjang bacaannya
*c. 13-14 tahun* --- ditambahkan shalat qobla zhuhur. Tahajud dirutinkan minimal 1 juz/malam.
*d.14 tahun* ---- dilatih shalat dhuha minimal 2 rakaat.
Diharapkan di usia 14 tahun ia sudah terbiasa merutinkan shalat sunnah rawatib dan tahajud. Saya menggunakan tokoh Muhammad Al Fatih sebagai contoh pemimpin yang tak pernah meninggalkan shalat sunnah rawatib dan tahajud begitu dia aqil baligh. Berarti latihannya sudah dimulai sebelum dia baligh.
Shalat dhuha dibelakangkan karena berurusan dgn karakter amanah dan tabligh. Berhubungan dengan program pribadi anak untuk meningkatkan kemampuan memberi nafkah dan berdakwah di luar keluarga inti.
Dengan memberikan DAN menjelaskan tahapan belajar shalat seperti di atas ke anak , saya berusaha mempersiapkan wawasan dan mental mereka dulu. Jadi mereka diajak untuk _merencanakan proses belajar shalat_ dengan bermodalkan pikiran kritis dan bertahap.
Saya menjelaskan *MENGAPA* dan *UNTUK APA* saya membuat tahapan belajar di atas dengan menggunakan berbagai buku utama seperti terjemah Alquran, asbabunnuzul ayat&surah, tafsir, buku SIROH NABI MUHAMMAD Saw, hadits2 terkait shalat, juga buku2 fiqih dan buku2 mukjizat sains alquran dan hadits.
Plus saya jelaskan tahapan cara kerja otak manusia, cara kerja organ tubuh manusia, dan perkembangan anak.
Semua penjelasan itu sebenarnya adalah modal ilmu2 dasar (fiqih qowwamah, fiqih pengasuhan keluarga dll) yang dibutuhkan anak untuk bisa menjalani perannya dengan optimal kelak.
Beberapa manfaat dari pemberian tahapan belajar shalat seperti di atas:
1. Anak diajak berpikir kritis, harus ada dalil dan tahapan belajar yang jelas dan terukur (secara wawasan, fisik dan mental) sebelum melakukan suatu amal ibadah mahdhoh.
2.Anak diajak merencanakan dan mempersiapkan program belajar shalatnya dengan santai
3. Anak merasa santai dan tidak diburu-buru karena ada cukup banyak waktu untuk berlatih pembiasaan shalat
4. Anak dilatih untuk bisa menilai sendiri batas kekuatan dirinya dalam berlatih, dan dilatih untuk memotivasi dirinya agar bisa 'lulus belajar shalat' tepat pada waktunya.
5. Anak dilatih untuk membuat sendiri target-target belajarnya asal tidak melanggar standar dasar yang telah ditetapkan. Jadi anak bisa mengakselerasi sendiri tahapan belajar shalatnya.
6. Anak dilatih untuk memperhatikan syarat2 yang harus dipenuhi agar dia bisa menjalani tahapan belajar shalat dgn benar (ilmu nutrisi, olah tubuh,pengaturan waktu, pembiasaan tilawah alquran dll)
7. Ortu juga jadi lebih tenang karena tak menggesa anak untuk langsung 'jago' dan
'hebat' dalam berlatih shalat
Allahu a'lam bishshawab. ✅
Dijawab oleh mbak iin savitry dari grup shiroh dan parenting
Gimana caranya supaya anak disiplin menjalankan shalat 5 waktu. Ngk subuh aja.. Ssuai Di jadwalnya ? Jazakillah khairan ukht.
Jawaban :
❤ Ada tips cara asyik mengajak anak belajar shalat dg lebih santai dan enjoy. Panjang nih materinya:
*MENGAJARKAN ANAK SHOLAT*
Sebagai hasil renungan saya ketika mencari cara untuk bisa mengajarkan shalat secara bertahap, santai dan cukup menyenangkan bagi anak, saya membuat tahapan latihan shalat seperti ini :
*0-7 Tahun*
7 tahun ---- Shalat Subuh
8-9 tahun ---- + shalat magrib dan isya
9-10 tahun ---- + shalat zhuhur dan ashar
10 tahun ---- rutin shalat 5 waktu
Jika anak sudah cukup ajeg pembiasaan shalat 5 waktunya, ditambahkan *latihan shalat sunnah utama* .
Saya bagi 3 shalat sunnah yang perlu dilatih oleh anak berdasarkan *tingkat manfaat* :
1. *Shalat rawatib*--- fungsinya untuk menutupi kekurangan dalam pelaksanaan shalat wajib
2. *Shalat tahajud*--- fungsinya untuk menguatkan jiwa anak dan tahan banting dalam menjalani perannya sebagai khalifatullaah fil al 'ardh
3. *Shalat Dhuha* ---- fungsinya untuk memperkuat ghirah anak menjalani peran keqowwamannya di keluarga besar dan lingkungan.
Untuk tahapannya, karena jumlah shalat rawatib sunnah muakad cukup banyak dan akan sangat berat (secara fisik dan batin) dilaksanakan oleh anak, maka saya buat target-target:
*a. 10 tahun* ---- rutinkan shalat sunnah qobla Subuh dan shalat tahajud minimal 2 rakaat dengan membaca surah hafalannya sendiri atau langsung memegang mushaf Alquran
*b. 11- 12 tahun* --- setiap 6 bulan tambahkan shalat sunnah ba'da zhuhur/ba'da magrib/ba'da isya sesuai kesepakatan anak + tahajud diperpanjang bacaannya
*c. 13-14 tahun* --- ditambahkan shalat qobla zhuhur. Tahajud dirutinkan minimal 1 juz/malam.
*d.14 tahun* ---- dilatih shalat dhuha minimal 2 rakaat.
Diharapkan di usia 14 tahun ia sudah terbiasa merutinkan shalat sunnah rawatib dan tahajud. Saya menggunakan tokoh Muhammad Al Fatih sebagai contoh pemimpin yang tak pernah meninggalkan shalat sunnah rawatib dan tahajud begitu dia aqil baligh. Berarti latihannya sudah dimulai sebelum dia baligh.
Shalat dhuha dibelakangkan karena berurusan dgn karakter amanah dan tabligh. Berhubungan dengan program pribadi anak untuk meningkatkan kemampuan memberi nafkah dan berdakwah di luar keluarga inti.
Dengan memberikan DAN menjelaskan tahapan belajar shalat seperti di atas ke anak , saya berusaha mempersiapkan wawasan dan mental mereka dulu. Jadi mereka diajak untuk _merencanakan proses belajar shalat_ dengan bermodalkan pikiran kritis dan bertahap.
Saya menjelaskan *MENGAPA* dan *UNTUK APA* saya membuat tahapan belajar di atas dengan menggunakan berbagai buku utama seperti terjemah Alquran, asbabunnuzul ayat&surah, tafsir, buku SIROH NABI MUHAMMAD Saw, hadits2 terkait shalat, juga buku2 fiqih dan buku2 mukjizat sains alquran dan hadits.
Plus saya jelaskan tahapan cara kerja otak manusia, cara kerja organ tubuh manusia, dan perkembangan anak.
Semua penjelasan itu sebenarnya adalah modal ilmu2 dasar (fiqih qowwamah, fiqih pengasuhan keluarga dll) yang dibutuhkan anak untuk bisa menjalani perannya dengan optimal kelak.
Beberapa manfaat dari pemberian tahapan belajar shalat seperti di atas:
1. Anak diajak berpikir kritis, harus ada dalil dan tahapan belajar yang jelas dan terukur (secara wawasan, fisik dan mental) sebelum melakukan suatu amal ibadah mahdhoh.
2.Anak diajak merencanakan dan mempersiapkan program belajar shalatnya dengan santai
3. Anak merasa santai dan tidak diburu-buru karena ada cukup banyak waktu untuk berlatih pembiasaan shalat
4. Anak dilatih untuk bisa menilai sendiri batas kekuatan dirinya dalam berlatih, dan dilatih untuk memotivasi dirinya agar bisa 'lulus belajar shalat' tepat pada waktunya.
5. Anak dilatih untuk membuat sendiri target-target belajarnya asal tidak melanggar standar dasar yang telah ditetapkan. Jadi anak bisa mengakselerasi sendiri tahapan belajar shalatnya.
6. Anak dilatih untuk memperhatikan syarat2 yang harus dipenuhi agar dia bisa menjalani tahapan belajar shalat dgn benar (ilmu nutrisi, olah tubuh,pengaturan waktu, pembiasaan tilawah alquran dll)
7. Ortu juga jadi lebih tenang karena tak menggesa anak untuk langsung 'jago' dan
'hebat' dalam berlatih shalat
Allahu a'lam bishshawab. ✅
Dijawab oleh mbak iin savitry dari grup shiroh dan parenting
Tanya jawab parenting seputar puasa 1
Pertanyaan:
mbak , mau nanya nih... klo kondisi shaum, sebaiknya menu makannya yg mengandung protein tinggi. nah klo hari2 biasa apakah pola makan yg baik untuk anak juga demikian . dlam artian tetap ada nasi tpi komplit dgn yg berprotein tinggi.
terkadang sebagai ibu kan qt suka khawatir klo anak lagi g doyan makan nasi.
justru nasi itu sesuatu yg dipandang wajib menu utama
Jawaban :
❤ Pola makan dominan asupan nutrisi dari sumber protein hewani itu sebaiknya memnag menjadi pola.makan sehari2, mba
Keuntungannya banyak:
Anak jadi tak terlalu sering kelaparan sehingga sering minta jajan.
Anak tidak gendut
Tenaga anak kuat dan daya tahan tubuhnya lebih bagus
Anak tak mudah lelah atau mengantuk
Bukaj berarti ga boleh karbo ya.
Singkatnya begini, porsi makan ideal itu seperti makanan orang bule: sepotong daging cukup besar, ssdikit sayur.
Dan kita tak perlu khawatir anak ga doyan nasi. Itu bukan sumber energi utama yang dibutuhkan tubuh. Bisa ditutupi dengan makan tempe tahu, sayur, buah secukupnya.
Tapi kalau untuk daya tahan, lebih optimal konsumsi protein hewani.
Rasul saw sudah memberi contoh terbaik bagi kita ttg pola makan beliau ya. Lebih banyak konsumsi daging karena bisa lebih lama kenyang...
Bisa dibuat ujicoba saja di rumah, perhatikan kualitas kesehatan anak ketik lebih byk mengkonsumsi protein hewani dibanding karbo sederhana...
Allahu a'lam bishshawab ✅
Jawaban oleh mbak merna noviarni dari grup shiroh dan parenting
mbak , mau nanya nih... klo kondisi shaum, sebaiknya menu makannya yg mengandung protein tinggi. nah klo hari2 biasa apakah pola makan yg baik untuk anak juga demikian . dlam artian tetap ada nasi tpi komplit dgn yg berprotein tinggi.
terkadang sebagai ibu kan qt suka khawatir klo anak lagi g doyan makan nasi.
justru nasi itu sesuatu yg dipandang wajib menu utama
Jawaban :
❤ Pola makan dominan asupan nutrisi dari sumber protein hewani itu sebaiknya memnag menjadi pola.makan sehari2, mba
Keuntungannya banyak:
Anak jadi tak terlalu sering kelaparan sehingga sering minta jajan.
Anak tidak gendut
Tenaga anak kuat dan daya tahan tubuhnya lebih bagus
Anak tak mudah lelah atau mengantuk
Bukaj berarti ga boleh karbo ya.
Singkatnya begini, porsi makan ideal itu seperti makanan orang bule: sepotong daging cukup besar, ssdikit sayur.
Dan kita tak perlu khawatir anak ga doyan nasi. Itu bukan sumber energi utama yang dibutuhkan tubuh. Bisa ditutupi dengan makan tempe tahu, sayur, buah secukupnya.
Tapi kalau untuk daya tahan, lebih optimal konsumsi protein hewani.
Rasul saw sudah memberi contoh terbaik bagi kita ttg pola makan beliau ya. Lebih banyak konsumsi daging karena bisa lebih lama kenyang...
Bisa dibuat ujicoba saja di rumah, perhatikan kualitas kesehatan anak ketik lebih byk mengkonsumsi protein hewani dibanding karbo sederhana...
Allahu a'lam bishshawab ✅
Jawaban oleh mbak merna noviarni dari grup shiroh dan parenting
Sabtu, 14 April 2018
TIPS &TRIK Mempersiapkan Anak Bangun Subuh dan Menjalani Shaum Dengan Mudah dan Nyaman
Salah satu kendala sebagian orangtua dengan anak usia di atas 7 tahun adalah merasa sulit membangunkan anak untuk shalat Subuh dan menjalani latihan shaum Ramadhan.
Berikut beberapa tips dan trik yang bisa dilakukan oleh orangtua agar proses pendampingan berlatih ibadah di atas bisa berjalan lebih mulus.
Sebelumnya, mari kita coba bedah bersama penyebab keluhan di atas.
Berdasarkan pengamatan sederhana, saya mencatat beberapa penyebab masalah di atas :
• Anak belum cukup diinspirasi dengan kisah penguat iman tentang keutamaan shalat Subuh dan shaum.
• Anak kurang mendapat eksposure *pamer kesolihan* dari orangtua. Teladan perilaku dari orangtua kurang kuat untuk dicontoh anak.
• Anak kurang dipersiapkan kebutuhan kondisi fisiknya agar nyaman menjalani latihan ibadah shalat dan shaum itu.
Ada beberapa prasyarat yang orangtua perlu persiapkan untuk membantu anak siap berlatih shalat Subuh dan shaum Ramadhan ini. Dan prasyarat yang paling sering diabaikan oleh orangtua adalah *persiapan fisik*dan *asupan nutrisi yang tepat*.
Berikut Tips & Trik untuk membantu anak lebih nyaman menjalani shalat Subuh dan shaum Ramadhan:
*1. Perhatikan jam tidur anak*
Secara umum para ahli sepakat bahwa jam tidur anak sekitar 7-8 jam. Jika anak kita terbiasa tidur sebanyak itu, maka kondisikan waktu tidurnya. Jika anak dipersiapkan sudah tidur paling lambat pukul 9 malam, maka jika ia dibangunkan pukul 4 pagi, ia sudah beristirahat selama 7 jam.
Walau bagi anak Muslim yang kuat, harus mulai dilatih untuk memendekkan jam tidur, agar dia lebih kuat memanjangkan waktu tahajudnya (menghidupkan malamnya) dengan berbagai amal baik.
Namun sebenarnya yang lebih perlu diperhatikan adalah *kualitas tidurnya*.
Pastikan bahwa sebelum tidur, tubuh anak dalam kondisi bersih dan nyaman. Pakaian tidur dan tempat tidurnya dalam kondisi bersih. Ruang tidur dalam kondisi remang-remang/lampu dimatikan, sirkulasi udara harus cukup baik. Hindari kamar yang terlalu padat dengan berbagai barang sehingga membuat kesan sumpek. Antara anak dan barang akan berebut oksigen.
Selain itu, biasakan anak menjalani sunnah Nabi Muhammad saw sebelum tidur:
a. Berwudhu sebelum tidur.
b. Membersihkan tempat tidur 3 kali sebelum dinaiki sembari membaca ta'awudz
c. Ajak anak berniat untuk bangun sebelum Subuh dan mandi sebelum shalat
d. Bimbing anak untuk berdoa sebelum tidur dan melakukan dzikir penjagaan disertai artinya ( Al ikhlas, Al Afalaq, AnNaas, ayat kursi, lalu ditiupkan ke telapak tangan dan diusapkan ke seluruh tubuh).
*2. Perhatikan asupan gizi anak*
Salah satu sebab anak sulit diajak tidur adalah karena kesalahan banyak orangtua dalam memberi makanan sebelum tidur. Kebiasaan anak zaman sekarang yang mengkonsumsi makanan berkadar gula tinggi membuat mereka kesulitan mengatur dirinya sendiri.
Para ahli kesehatan menemukan fakta ilmiah bahwa makanan dan minuman dengan kadar gula tinggi memberi energi instan yang harus segera dikeluarkan. Sumber makanan dari pati (nasi, mie, tepung-tepungan, umbi-umbian) dan semua makanan manis (gula pasir, buah dan sayuran tertentu) memicu insulin dalam tubuh sehingga 'memaksa' tubuh untuk bergerak, padahal secara kodrati organ-organ tubuh kita sudah ingin memperbaiki diri di malam hari. Di sini terjadi dilema. Anak ingin tidur karena tubuhnya memerintahkannya seperti itu, namun kadar gula instan dalam tubuhnya memaksanya untuk terus bergerak. Ia menjadi sulit tidur.
Jadi, hindari memberi makanan padat atau minuman manis kepada anak sekitar 3 jam sebelum tidur. Hindari memberi susu manis, teh manis, martabak, nasi goreng, goreng tepung, dll. Lebih baik beri anak makanan berprotein tinggi seperti ayam goreng tanpa tepung, seafood, dan sejenisnya. Jika anak lapar/haus, bisa diberi susu tanpa gula atau beri air kaldu daging/ayam yang bisa cukup mengenyangkan anak namun tak membuat tubuh bekerja ekstra untuk mengolah makanan yang baru ditelan.
Untuk persiapan shaum, *perhatikan asupan makanan anak ketika sahur* . Karena inilah kunci sukses latihan shaum bagi anak.
Sebelumnya, orangtua perlu memberi pemahaman bahwa shaum kaum Muslimin itu pada prinsipnya adalah *memindahkan waktu makan*. Jadi orang shaum itu takkan kelaparan. Kuncinya adalah asupan makanan yang tepat gizi dan cukup ketika sahur.
Orangtua perlu paham bahwa makanan berkadar gula tinggi /karbohidrat sederhana (nasi, mie, tepung2an, umbi2an, gula pasir, kue2 manis, minuman manis, es krim, dll) waktu cernanya dalam tubuh hanya memakan waktu sekitar 3 jam. Bahkan ada yang kurang dari 2 jam. Jadi, jika anak terbiasa makan karbohidrat sederhana, ia akan cepat kenyang DAN cepat lapar. Ia akan terus menerus merasa lapar setiap 2-3 jam. Selain itu, asupan karbo tinggi akan membuat anak mudah mengantuk dan malas bergerak. Makanya efeknya adalah tubuh mudah gemuk. Makanan dengan kadar gula sederhana harus 100% dikeluarkan saat itu juga. Jika tubuh tak banyak bergerak maka yang muncul adalah rasa begah dan mengantuk. Timbul rasa malas. Otak pun sulit bekerja optimal.
Sedangkan sumber makanan dari protein hewani (daging-dagingan, ayam, seafood) waktu cernanya sekitar 8 jam. Jadi, anak yang terbiasa makan makanan dengan kadar protein tinggi akan tak mudah lapar. Ia lama kenyang. Dan tenaganya akan cukup kuat. Ia juga tak mudah mengantuk.
Makanan protein tinggi akan menyimpan 50% energinya dalam tubuh dan akan dikeluarkan ketika tubuh meminta. Inilah 'tabungan' energi ketika shaum. Badan pun tak terasa lemas. Otak bisa bekerja optimal.
Orang yang dominan makan makanan berprotein tinggi takkan kegemukan. Postur tubuhnya cenderung seimbang dan atletis.
Inilah salah satu alasan mengapa para atlit dianjurkan makan protein tinggi, dan dilarang makanan berkadar gula tinggi yang akan melemahkan otot.
Itulah sebabnya juga Rasulullah saw lebih banyak mengonsumsi daging daripada makanan dengan sumber karbo sederhana. Jika beliau makan roti gandum pun, itu bersumber dari gandum asli, bukan dalam bentuk tepung seperti yang kita konsumsi selama ini. Jenis sayuran pun biasanya beliau konsumsi dalam bentuk acar. Bukan dalam kondisi segar.
Jadi, ketika sahur, latih anak untuk lebih banyak makan berprotein tinggi. Seperti daging, ayam,dll. Hindari banyak memberi nasi, gorengan bertepung apalagi mie.
Beri pemahaman bahwa tubuhnya takkan kelaparan karena sudah diberi asupan gizi yang tepat. Ia takkan sakit karena shaum. Sebaliknya malah tubuh akan sehat dan terasa lebih kuat.
Secara ilmiah ini bisa dijelaskan dengan cara sederhana kepada anak. Ketika shaum, tubuh berhenti bekerja mengolah makanan, sehingga tubuh mengambil energi dari simpanan di dalam tubuh. Tubuh dalam kondisi ketosis. Tubuh juga bisa optimal memperbaiki berbagai sel dan organ tubuh yang ada, karena tidak dibebani harus mengolah makanan yang masuk tubuh.
Melihat kondisi anak yang kebanyakan masih dalam kondisi mengantuk ketika sahur, siasati kebutuhan gizi anak dengan mengolah bahan makanan berprotein tinggi itu dalam bentuk yang lebih mudah dicerna tubuh. Misal dalam bentuk soto/sop/ dll. Selain anak mudah menelannya, kebutuhan cairan tubuh juga terpenuhi.
Menu paling sederhana adalah kaldu ceker ayam. Ditemani 1-2 potong ayam, tempe/tahu dan sedikit sayuran akan membantu anak untuk kuat shaum sepanjang hari.
*3. Biasakan anak mandi sebelum Subuh*
Ketika tidur tubuh anak bekerja memperbaiki sel yang rusak dan menggantinya dengan sel yang baru. Organ tubuh juga diperbaiki. Jadi ketika bangun, pasti memang tubuh terasa lemas, lebih berminyak dan cenderung berkeringat. Sel-sel kulit mati pun menempel dimana-mana Itu semua adalah buangan dari dalam tubuh. Jadi, terbayang betapa 'berat' membawa tubuh dengan banyak ' sampah' di sepanjang badan?Akhirnya badan terasa lemas, malas bangun, dll.
Anak perlu diajak mandi DENGAN AIR SEGAR untuk membersihkan kotoran yang menempel di kulit itu. Pancuran air segar juga akan memberi oksigen kepada kulit sehingga memberi efek segar pada tubuh. Mata jadi terbuka. Otak terasa lebih segar.
Pastikan anak memakai pakaian bersih dan wangi setelah mandi.
*4. Perhatikan jam krusial anak shaum*
Bagi anak yang baru belajar shaum, ada masa-masa kritis ketika tubuhnya menyesuaikan diri. Yaitu sekitar di antara pukul 10.00 hingga 15.30 wib. Biasanya di jam-jam itu ia akan 'merasa kelaparan'. Saat itu sebenarnya tubuhnya sedang bekerja menyesuaikan diri. Jadi orangtua perlu paham agak tak ketakutan sehingga membatalkan shaum anak. Bantu anak untuk bisa melewati masa kritis inim Biasanya membutuhkan waktu sekitar 3 hari bagi anak untuk menyesuaikan diri.
Setelah itu tubuh anak akan terkondisi, jadi lebih mudah menjalani latihan shaum dalam kondisi beraktivitas seharian.
Di jam-jam itu, orangtua perlu mendampingi total anak agar kuat melewati masa kritis latihan tubuhnya. Sibukkan anak agar tak berpikir tentang makanan. Sering peluk, temani, jauhkan dari jangkauan makanan/minuman. Tenangkan anak dengan menggunakan Alquran, membacakan buku, dibawa ke masjid yang adem, bermain yang tidak menyita energi, ajak bicara tentang kehebatan rasulullaah saw dan para sahabat juga para mujahid di Palestina yang bahkan pergi berperang ketika shaum dll.
Jelaskan secara ilmiah tentang cara kerja tubuh ketika shaum malah sedang menabung tenaga.
Bahwa menurut ilmu kedokteran bahkan tenaga orang yang shaum bisa 10 x lebih kuat dibanding orang yang tidak shaum. Karena ia dalam kondisi ketosis. Ada tabungan tenaga luar biasa dalam tubuhnya karena dia shaum.
Cerita bahwa di dunia binatang pun, Allah membuat fase puasa jika mereka ingin menyembuhkan/menguatkan diri (misal singa) atau mau berubah jadi lebih baik. Kisah metamorfosis ulat yang puasa selama 40 hari untuk berubah menjadi kupu yang indah akan menjadi contoh nyata yang sangat bisa menginspirasi anak.
Hanya anak kuat yang bisa shaum.
Hanya anak hebat yang bisa shaum.
Anak yang sakit tak perlu shaum.
Anak yang lemah boleh tidak shaum.
*5. Perhatikan asupan menu berbuka anak*
Ajarkan anak untuk tidak terjebak menjadi lemah ketika berbuka.
Biasakan anak berbuka dengan minum air putih mengikuti sunnah nabi. (BUKAN DENGAN MINUMAN MANIS apalagi es).
Sunnah nabi berbuka dengab kurma ruthab (muda dan agak asam), tamr (kurma kering tak terlalu manis) atau air putih. Bisa juga kurma ajwa yang tak terlalu manis dan mengenyangkan. Namun ketiga jenis kurma ini mahal harganya. Kalau kurma yang biasa kita makan adalah kurma yang sudah diberi pemanis agar awet. Jadi itu seperti makan permen. Makanya air putih adalah pilihan paling mudah bagi kita. Atau bisa juga diberi air kaldu hangat yang langsung bisa memberi efek mengenyangkan. Biasakan minum minuman hangat ketika berbuka agar perut tidak kaget.
Pada prinsipnya, setelah anak berhasil melalui masa kritis berpuasa, tubuh sudah menyesuaikan diri. Ia takkan merasa kelaparan lagi. Jadi ketika berbuka ia pun takkan 'celamitan'. Anak yang sudah biasa shaum pun biasanya makannya lebih sedikit.
Makanya orangtua perlu bantu dengan menyediakan makanan berprotein tinggi agar mudah kenyangnya bertahan lama.
Latih anak agar tidak mudah tergoda dengan berbagai makanan bergula tinggi yang biasa disuguhi dimana-mana untuk menu berbuka.
Kondisi tubuh yang sudah kuat karena shaum, menjadi mudah dihancurkan dengan diberi asupan gula berlebih ketika berbuka.
Latih anak untuk cerdas memilih asupan makanan berkualitas. Karena ia berlatih shaum AGAR MENJADI KUAT. Bukan malah kembali menjadi celamitan dengan makanan.
Kualitas makanan anak sebelum tidur juga menentukan kemudahannya dibangunkan sebelum Subuh.
Jadi, jika ingin anak mudah bangun Subuh dalam kondisi segar dan kuat, juga bertenaga dalam menjalani aktivitas hariannya, pastikan asupan gizi anak lebih banyak mengandung sumber protein hewani. Hindari memberi makanan dan minuman dengan kadar gula /karbo tinggi, karena itu akan melemahkan anak.
Hindari semaksimal mungkin unsur 4 P dalam asupan makanan/minuman di keluarga : pewarna, pemanis, pengawet, pemutih.
Jadi, ternyata, berdasarkan pengalaman kami, selain memberi pemahaman akan pentingnya bangun sebelum subuh dan sahur bergizi, kita sangat butuh *ilmu nutrisi makanan yang memadai bagi keluarga* . Kita sangat butuh menguatkan ilmu dan pemahaman tentang *makanan halalan thoyyiban* : makanan yang tak cukup hanya *halal* tapi harus *baik bagi kesehatan*.
Makanan yang akan membantu kita mudah melakukan kebaikan-kebaikan yang Allah perintahkan dan Rasul saw contohkan.
Memahami dan menerapkan ilmu nutrisi makanan yang memenuhi unsur halalan thayyiban di dalam keluarga adalah bagian dari nilai-nilai karakter *SHIDDIQ* dan *FATHONAH*.
Pada akhirnya, ketika anak-anak berhasil kita latih untuk menjalani ibadah shalat dan shaum dengan benar dan bahagia, kita juga mereka sedang mengamalkan nilai-nilai karakter *AMANAH* dari dalam keluarga, yang akan berefek ke kualitas karya kota di masyarakat kelak. Penyebaran informasi seperti ini pun, agar lebih banyak keluarga muslim menyadari pentingnya menjaga asupan gizi di keluarga, adalah bagian dari penerapan nilai-nilai karakter *TABLIGH*
Jadi, pada akhirnya, dengan cara yang sederhana, kita semua sedang menerapkan semua nilai kebaikan yang ada di *karakter FAST* . Itulah empat karakter utama Nabi Muhammad saw yang sangat perlu diteladani oleh kita semua.
Selamat mengamalkan ilmu yang dirasa bermanfaat, sahabat. Semoga Allah memudahkan keluarga kita masuk golongan orang-orang yang diberi hikmah dan senantiasa beramal solih. Aamiin.
Allahu a'lam bishshawab.
Oleh : Iin Savitry dari grup shiroh dan parenting
Berikut beberapa tips dan trik yang bisa dilakukan oleh orangtua agar proses pendampingan berlatih ibadah di atas bisa berjalan lebih mulus.
Sebelumnya, mari kita coba bedah bersama penyebab keluhan di atas.
Berdasarkan pengamatan sederhana, saya mencatat beberapa penyebab masalah di atas :
• Anak belum cukup diinspirasi dengan kisah penguat iman tentang keutamaan shalat Subuh dan shaum.
• Anak kurang mendapat eksposure *pamer kesolihan* dari orangtua. Teladan perilaku dari orangtua kurang kuat untuk dicontoh anak.
• Anak kurang dipersiapkan kebutuhan kondisi fisiknya agar nyaman menjalani latihan ibadah shalat dan shaum itu.
Ada beberapa prasyarat yang orangtua perlu persiapkan untuk membantu anak siap berlatih shalat Subuh dan shaum Ramadhan ini. Dan prasyarat yang paling sering diabaikan oleh orangtua adalah *persiapan fisik*dan *asupan nutrisi yang tepat*.
Berikut Tips & Trik untuk membantu anak lebih nyaman menjalani shalat Subuh dan shaum Ramadhan:
*1. Perhatikan jam tidur anak*
Secara umum para ahli sepakat bahwa jam tidur anak sekitar 7-8 jam. Jika anak kita terbiasa tidur sebanyak itu, maka kondisikan waktu tidurnya. Jika anak dipersiapkan sudah tidur paling lambat pukul 9 malam, maka jika ia dibangunkan pukul 4 pagi, ia sudah beristirahat selama 7 jam.
Walau bagi anak Muslim yang kuat, harus mulai dilatih untuk memendekkan jam tidur, agar dia lebih kuat memanjangkan waktu tahajudnya (menghidupkan malamnya) dengan berbagai amal baik.
Namun sebenarnya yang lebih perlu diperhatikan adalah *kualitas tidurnya*.
Pastikan bahwa sebelum tidur, tubuh anak dalam kondisi bersih dan nyaman. Pakaian tidur dan tempat tidurnya dalam kondisi bersih. Ruang tidur dalam kondisi remang-remang/lampu dimatikan, sirkulasi udara harus cukup baik. Hindari kamar yang terlalu padat dengan berbagai barang sehingga membuat kesan sumpek. Antara anak dan barang akan berebut oksigen.
Selain itu, biasakan anak menjalani sunnah Nabi Muhammad saw sebelum tidur:
a. Berwudhu sebelum tidur.
b. Membersihkan tempat tidur 3 kali sebelum dinaiki sembari membaca ta'awudz
c. Ajak anak berniat untuk bangun sebelum Subuh dan mandi sebelum shalat
d. Bimbing anak untuk berdoa sebelum tidur dan melakukan dzikir penjagaan disertai artinya ( Al ikhlas, Al Afalaq, AnNaas, ayat kursi, lalu ditiupkan ke telapak tangan dan diusapkan ke seluruh tubuh).
*2. Perhatikan asupan gizi anak*
Salah satu sebab anak sulit diajak tidur adalah karena kesalahan banyak orangtua dalam memberi makanan sebelum tidur. Kebiasaan anak zaman sekarang yang mengkonsumsi makanan berkadar gula tinggi membuat mereka kesulitan mengatur dirinya sendiri.
Para ahli kesehatan menemukan fakta ilmiah bahwa makanan dan minuman dengan kadar gula tinggi memberi energi instan yang harus segera dikeluarkan. Sumber makanan dari pati (nasi, mie, tepung-tepungan, umbi-umbian) dan semua makanan manis (gula pasir, buah dan sayuran tertentu) memicu insulin dalam tubuh sehingga 'memaksa' tubuh untuk bergerak, padahal secara kodrati organ-organ tubuh kita sudah ingin memperbaiki diri di malam hari. Di sini terjadi dilema. Anak ingin tidur karena tubuhnya memerintahkannya seperti itu, namun kadar gula instan dalam tubuhnya memaksanya untuk terus bergerak. Ia menjadi sulit tidur.
Jadi, hindari memberi makanan padat atau minuman manis kepada anak sekitar 3 jam sebelum tidur. Hindari memberi susu manis, teh manis, martabak, nasi goreng, goreng tepung, dll. Lebih baik beri anak makanan berprotein tinggi seperti ayam goreng tanpa tepung, seafood, dan sejenisnya. Jika anak lapar/haus, bisa diberi susu tanpa gula atau beri air kaldu daging/ayam yang bisa cukup mengenyangkan anak namun tak membuat tubuh bekerja ekstra untuk mengolah makanan yang baru ditelan.
Untuk persiapan shaum, *perhatikan asupan makanan anak ketika sahur* . Karena inilah kunci sukses latihan shaum bagi anak.
Sebelumnya, orangtua perlu memberi pemahaman bahwa shaum kaum Muslimin itu pada prinsipnya adalah *memindahkan waktu makan*. Jadi orang shaum itu takkan kelaparan. Kuncinya adalah asupan makanan yang tepat gizi dan cukup ketika sahur.
Orangtua perlu paham bahwa makanan berkadar gula tinggi /karbohidrat sederhana (nasi, mie, tepung2an, umbi2an, gula pasir, kue2 manis, minuman manis, es krim, dll) waktu cernanya dalam tubuh hanya memakan waktu sekitar 3 jam. Bahkan ada yang kurang dari 2 jam. Jadi, jika anak terbiasa makan karbohidrat sederhana, ia akan cepat kenyang DAN cepat lapar. Ia akan terus menerus merasa lapar setiap 2-3 jam. Selain itu, asupan karbo tinggi akan membuat anak mudah mengantuk dan malas bergerak. Makanya efeknya adalah tubuh mudah gemuk. Makanan dengan kadar gula sederhana harus 100% dikeluarkan saat itu juga. Jika tubuh tak banyak bergerak maka yang muncul adalah rasa begah dan mengantuk. Timbul rasa malas. Otak pun sulit bekerja optimal.
Sedangkan sumber makanan dari protein hewani (daging-dagingan, ayam, seafood) waktu cernanya sekitar 8 jam. Jadi, anak yang terbiasa makan makanan dengan kadar protein tinggi akan tak mudah lapar. Ia lama kenyang. Dan tenaganya akan cukup kuat. Ia juga tak mudah mengantuk.
Makanan protein tinggi akan menyimpan 50% energinya dalam tubuh dan akan dikeluarkan ketika tubuh meminta. Inilah 'tabungan' energi ketika shaum. Badan pun tak terasa lemas. Otak bisa bekerja optimal.
Orang yang dominan makan makanan berprotein tinggi takkan kegemukan. Postur tubuhnya cenderung seimbang dan atletis.
Inilah salah satu alasan mengapa para atlit dianjurkan makan protein tinggi, dan dilarang makanan berkadar gula tinggi yang akan melemahkan otot.
Itulah sebabnya juga Rasulullah saw lebih banyak mengonsumsi daging daripada makanan dengan sumber karbo sederhana. Jika beliau makan roti gandum pun, itu bersumber dari gandum asli, bukan dalam bentuk tepung seperti yang kita konsumsi selama ini. Jenis sayuran pun biasanya beliau konsumsi dalam bentuk acar. Bukan dalam kondisi segar.
Jadi, ketika sahur, latih anak untuk lebih banyak makan berprotein tinggi. Seperti daging, ayam,dll. Hindari banyak memberi nasi, gorengan bertepung apalagi mie.
Beri pemahaman bahwa tubuhnya takkan kelaparan karena sudah diberi asupan gizi yang tepat. Ia takkan sakit karena shaum. Sebaliknya malah tubuh akan sehat dan terasa lebih kuat.
Secara ilmiah ini bisa dijelaskan dengan cara sederhana kepada anak. Ketika shaum, tubuh berhenti bekerja mengolah makanan, sehingga tubuh mengambil energi dari simpanan di dalam tubuh. Tubuh dalam kondisi ketosis. Tubuh juga bisa optimal memperbaiki berbagai sel dan organ tubuh yang ada, karena tidak dibebani harus mengolah makanan yang masuk tubuh.
Melihat kondisi anak yang kebanyakan masih dalam kondisi mengantuk ketika sahur, siasati kebutuhan gizi anak dengan mengolah bahan makanan berprotein tinggi itu dalam bentuk yang lebih mudah dicerna tubuh. Misal dalam bentuk soto/sop/ dll. Selain anak mudah menelannya, kebutuhan cairan tubuh juga terpenuhi.
Menu paling sederhana adalah kaldu ceker ayam. Ditemani 1-2 potong ayam, tempe/tahu dan sedikit sayuran akan membantu anak untuk kuat shaum sepanjang hari.
*3. Biasakan anak mandi sebelum Subuh*
Ketika tidur tubuh anak bekerja memperbaiki sel yang rusak dan menggantinya dengan sel yang baru. Organ tubuh juga diperbaiki. Jadi ketika bangun, pasti memang tubuh terasa lemas, lebih berminyak dan cenderung berkeringat. Sel-sel kulit mati pun menempel dimana-mana Itu semua adalah buangan dari dalam tubuh. Jadi, terbayang betapa 'berat' membawa tubuh dengan banyak ' sampah' di sepanjang badan?Akhirnya badan terasa lemas, malas bangun, dll.
Anak perlu diajak mandi DENGAN AIR SEGAR untuk membersihkan kotoran yang menempel di kulit itu. Pancuran air segar juga akan memberi oksigen kepada kulit sehingga memberi efek segar pada tubuh. Mata jadi terbuka. Otak terasa lebih segar.
Pastikan anak memakai pakaian bersih dan wangi setelah mandi.
*4. Perhatikan jam krusial anak shaum*
Bagi anak yang baru belajar shaum, ada masa-masa kritis ketika tubuhnya menyesuaikan diri. Yaitu sekitar di antara pukul 10.00 hingga 15.30 wib. Biasanya di jam-jam itu ia akan 'merasa kelaparan'. Saat itu sebenarnya tubuhnya sedang bekerja menyesuaikan diri. Jadi orangtua perlu paham agak tak ketakutan sehingga membatalkan shaum anak. Bantu anak untuk bisa melewati masa kritis inim Biasanya membutuhkan waktu sekitar 3 hari bagi anak untuk menyesuaikan diri.
Setelah itu tubuh anak akan terkondisi, jadi lebih mudah menjalani latihan shaum dalam kondisi beraktivitas seharian.
Di jam-jam itu, orangtua perlu mendampingi total anak agar kuat melewati masa kritis latihan tubuhnya. Sibukkan anak agar tak berpikir tentang makanan. Sering peluk, temani, jauhkan dari jangkauan makanan/minuman. Tenangkan anak dengan menggunakan Alquran, membacakan buku, dibawa ke masjid yang adem, bermain yang tidak menyita energi, ajak bicara tentang kehebatan rasulullaah saw dan para sahabat juga para mujahid di Palestina yang bahkan pergi berperang ketika shaum dll.
Jelaskan secara ilmiah tentang cara kerja tubuh ketika shaum malah sedang menabung tenaga.
Bahwa menurut ilmu kedokteran bahkan tenaga orang yang shaum bisa 10 x lebih kuat dibanding orang yang tidak shaum. Karena ia dalam kondisi ketosis. Ada tabungan tenaga luar biasa dalam tubuhnya karena dia shaum.
Cerita bahwa di dunia binatang pun, Allah membuat fase puasa jika mereka ingin menyembuhkan/menguatkan diri (misal singa) atau mau berubah jadi lebih baik. Kisah metamorfosis ulat yang puasa selama 40 hari untuk berubah menjadi kupu yang indah akan menjadi contoh nyata yang sangat bisa menginspirasi anak.
Hanya anak kuat yang bisa shaum.
Hanya anak hebat yang bisa shaum.
Anak yang sakit tak perlu shaum.
Anak yang lemah boleh tidak shaum.
*5. Perhatikan asupan menu berbuka anak*
Ajarkan anak untuk tidak terjebak menjadi lemah ketika berbuka.
Biasakan anak berbuka dengan minum air putih mengikuti sunnah nabi. (BUKAN DENGAN MINUMAN MANIS apalagi es).
Sunnah nabi berbuka dengab kurma ruthab (muda dan agak asam), tamr (kurma kering tak terlalu manis) atau air putih. Bisa juga kurma ajwa yang tak terlalu manis dan mengenyangkan. Namun ketiga jenis kurma ini mahal harganya. Kalau kurma yang biasa kita makan adalah kurma yang sudah diberi pemanis agar awet. Jadi itu seperti makan permen. Makanya air putih adalah pilihan paling mudah bagi kita. Atau bisa juga diberi air kaldu hangat yang langsung bisa memberi efek mengenyangkan. Biasakan minum minuman hangat ketika berbuka agar perut tidak kaget.
Pada prinsipnya, setelah anak berhasil melalui masa kritis berpuasa, tubuh sudah menyesuaikan diri. Ia takkan merasa kelaparan lagi. Jadi ketika berbuka ia pun takkan 'celamitan'. Anak yang sudah biasa shaum pun biasanya makannya lebih sedikit.
Makanya orangtua perlu bantu dengan menyediakan makanan berprotein tinggi agar mudah kenyangnya bertahan lama.
Latih anak agar tidak mudah tergoda dengan berbagai makanan bergula tinggi yang biasa disuguhi dimana-mana untuk menu berbuka.
Kondisi tubuh yang sudah kuat karena shaum, menjadi mudah dihancurkan dengan diberi asupan gula berlebih ketika berbuka.
Latih anak untuk cerdas memilih asupan makanan berkualitas. Karena ia berlatih shaum AGAR MENJADI KUAT. Bukan malah kembali menjadi celamitan dengan makanan.
Kualitas makanan anak sebelum tidur juga menentukan kemudahannya dibangunkan sebelum Subuh.
Jadi, jika ingin anak mudah bangun Subuh dalam kondisi segar dan kuat, juga bertenaga dalam menjalani aktivitas hariannya, pastikan asupan gizi anak lebih banyak mengandung sumber protein hewani. Hindari memberi makanan dan minuman dengan kadar gula /karbo tinggi, karena itu akan melemahkan anak.
Hindari semaksimal mungkin unsur 4 P dalam asupan makanan/minuman di keluarga : pewarna, pemanis, pengawet, pemutih.
Jadi, ternyata, berdasarkan pengalaman kami, selain memberi pemahaman akan pentingnya bangun sebelum subuh dan sahur bergizi, kita sangat butuh *ilmu nutrisi makanan yang memadai bagi keluarga* . Kita sangat butuh menguatkan ilmu dan pemahaman tentang *makanan halalan thoyyiban* : makanan yang tak cukup hanya *halal* tapi harus *baik bagi kesehatan*.
Makanan yang akan membantu kita mudah melakukan kebaikan-kebaikan yang Allah perintahkan dan Rasul saw contohkan.
Memahami dan menerapkan ilmu nutrisi makanan yang memenuhi unsur halalan thayyiban di dalam keluarga adalah bagian dari nilai-nilai karakter *SHIDDIQ* dan *FATHONAH*.
Pada akhirnya, ketika anak-anak berhasil kita latih untuk menjalani ibadah shalat dan shaum dengan benar dan bahagia, kita juga mereka sedang mengamalkan nilai-nilai karakter *AMANAH* dari dalam keluarga, yang akan berefek ke kualitas karya kota di masyarakat kelak. Penyebaran informasi seperti ini pun, agar lebih banyak keluarga muslim menyadari pentingnya menjaga asupan gizi di keluarga, adalah bagian dari penerapan nilai-nilai karakter *TABLIGH*
Jadi, pada akhirnya, dengan cara yang sederhana, kita semua sedang menerapkan semua nilai kebaikan yang ada di *karakter FAST* . Itulah empat karakter utama Nabi Muhammad saw yang sangat perlu diteladani oleh kita semua.
Selamat mengamalkan ilmu yang dirasa bermanfaat, sahabat. Semoga Allah memudahkan keluarga kita masuk golongan orang-orang yang diberi hikmah dan senantiasa beramal solih. Aamiin.
Allahu a'lam bishshawab.
Oleh : Iin Savitry dari grup shiroh dan parenting
Langganan:
Komentar (Atom)
Bukan Untuk Bermain, Aku Diciptakan
Jelas sekali, ada hasil yang luar biasa dari ketidakbermainan Yahya di usia kecilnya untuk mendapatkan sejak awal: pemahaman, ilmu, kesunggu...
-
//Musuh Terbesar Orangtua dalam Mendidik Anak// Oleh : Nay Beiskara _Musuh terbesar dalam mendidik anak-anak, bukanlah internet, televis...
-
.. 💐Itu udah bener mba. Mgkin jadwal anak2 kami ketika usia 0-7 thn bisa jadi masukan: 04.30 Bangun dan mandi.Anak2 sudah wangi siap d...
-
Fatwa Syaikh Ibrahim bin Amir Ar Ruhaili hafizahullah (Guru pasca sarjana jurusan Akidah di Universitas Islam Madinah dan pengajar teta...